Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Alumni Jadi Senator, Lia Istifhama Kembali ke SD Taquma: Pendidikan Karakter Harus Menang di Era AI

Hany Akasah • Sabtu, 6 Juni 2026 | 22:51 WIB
Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama (tengah) berfoto dengan tokoh pendidikan di Pelepasan Siswa Kelas VI SD Taquma Surabaya, Sabtu (6/6/2026). Pendidikan karakter mutlak di era AI.
Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama (tengah) berfoto dengan tokoh pendidikan di Pelepasan Siswa Kelas VI SD Taquma Surabaya, Sabtu (6/6/2026). Pendidikan karakter mutlak di era AI.

RADAR SURABAYA BISNIS – Momen haru dan penuh inspirasi mewarnai Tasyakuran dan Pelepasan Siswa Kelas VI SD Taqwimul Ummah (Taquma) Surabaya, Sabtu (6/6/2026). Di hadapan ratusan siswa, guru, orang tua, dan tokoh pendidikan, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I, kembali menginjakkan kaki di sekolah yang pernah menjadi tempatnya belajar tiga dekade lalu.

Bukan sekadar menghadiri acara pelepasan siswa, kehadiran Ning Lia—sapaan akrabnya—menjadi simbol bahwa pendidikan dasar yang kuat mampu melahirkan pemimpin yang berkiprah hingga tingkat nasional.

“Di sekolah inilah saya pertama kali belajar membaca, menulis, dan mengenal lingkungan. Semua perjalanan yang saya capai hari ini berawal dari sini,” ujar Ning Lia di hadapan para lulusan SD Taquma.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp18 Ribu, Masih Untung Investasi Valas Sekarang? Ini Kata Pakar

Dalam kegiatan Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) yang dikemas bersama acara pelepasan siswa tersebut, Ning Lia juga menyerap berbagai aspirasi pendidikan dari yayasan, guru, orang tua, dan pemangku kepentingan pendidikan di Kota Surabaya.

Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini tidak lagi sekadar meningkatkan capaian akademik, tetapi bagaimana menjaga karakter anak-anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

“Anak-anak harus siap menghadapi era digital dan AI, tetapi karakter, akhlak, dan nilai-nilai keislaman tidak boleh ditinggalkan. Justru itu yang menjadi fondasi utama,” tegasnya.

Baca Juga: Kucurkan APBD dan APBN, Sidoarjo Targetkan Bedah Ratusan Rumah Tak Layak Huni pada 2026

SD Taquma sendiri dikenal sebagai sekolah berbasis Islam yang tetap mempertahankan pendidikan karakter melalui pembelajaran kitab dasar, baca tulis Pegon, dan metode mengaji Bilqolam. Di sisi lain, sekolah juga terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan literasi digital.

Selain isu pendidikan karakter, dialog juga membahas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini dijalankan SD Taquma sebagai salah satu sekolah percontohan di Surabaya. Guru dan pengelola sekolah menyampaikan berbagai pengalaman di lapangan, mulai dari adaptasi menu hingga edukasi gizi bagi siswa.

Tak hanya itu, para guru juga menyampaikan kebutuhan pengembangan media pembelajaran kreatif yang memanfaatkan bahan daur ulang sebagai alat peraga edukatif, sekaligus mendidik siswa untuk peduli lingkungan.

Baca Juga: Intip Teknologi Maritim Modern, Sekolah Singapura Kunjungi PT Terminal Teluk Lamong

Dalam forum tersebut, sejumlah tokoh pendidikan turut hadir, di antaranya Pembina Yayasan Taqwimul Ummah KH Abdul Choliq dan KH Ahmad Syarif, Ketua Yayasan Ir. H. Ach. Tolhah, Anggota DPRD Surabaya Drs. H. Imam Syafii, SH., MH., Ketua Komnas Perlindungan Anak Surabaya Syaiful Bachri, SP, Pengawas SD Kota Surabaya Drs. Abdul Choir, MM, serta Kaprodi S2 Dikdas Unusa Prof. Dr. Syamsul Ghufron, M.Pd.

Selain menyerap aspirasi, Ning Lia juga memberikan apresiasi atas berbagai prestasi siswa SD Taquma, termasuk capaian nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang berhasil meraih nilai sempurna serta prestasi non-akademik di bidang olahraga pencak silat tingkat nasional.

Ia berpesan kepada para lulusan agar terus mengejar cita-cita tanpa melupakan jasa guru dan orang tua.

Baca Juga: Nilai Tukar Dolar AS Tembus Rp18.095, Keberadaan Money Changer di Gresik Terpantau Landai

“Kesuksesan tidak lahir secara instan. Hormati guru, bahagiakan orang tua, dan jadilah manusia yang bermanfaat bagi sesama. Itulah ukuran keberhasilan yang sesungguhnya,” pesannya.

Sebagai alumni angkatan 1996, Ning Lia juga mendorong penguatan peran alumni dalam mendukung pengembangan sekolah melalui program beasiswa, peningkatan sarana prasarana, hingga pendampingan siswa berprestasi.

Menurutnya, sinergi antara sekolah, alumni, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci untuk mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

Baca Juga: Emak-Emak Harap Bersiap, Harga Kentang hingga Tomat di Jatim Kompak Naik Hari Ini

“SD Taquma telah membuktikan bahwa sekolah berbasis nilai-nilai Islam mampu melahirkan generasi berprestasi. Tugas kita bersama adalah memastikan pendidikan karakter tetap menjadi kompas utama di tengah derasnya arus teknologi,” pungkasnya.

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
lia istfihama senator jatim pendidikan ai SD Taquma Surabaya