RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus mengoptimalkan penyerapan anggaran infrastruktur kerakyatan pada tahun 2026.
Salah satu fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah percepatan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang menyasar ratusan unit rumah warga kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di 18 kecamatan.
Dari kacamata pembangunan daerah, perbaikan hunian ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi pemerintah dalam meningkatkan standar kelayakan hidup yang berujung pada produktivitas dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Intip Teknologi Maritim Modern, Sekolah Singapura Kunjungi PT Terminal Teluk Lamong
Guna memastikan alokasi bantuan tepat sasaran, Bupati Sidoarjo Subandi secara proaktif meninjau langsung hunian para penerima manfaat.
Di Kecamatan Tarik, ia meninjau rumah milik Abdul Kholik (64) yang masih berdinding anyaman bambu lapuk, serta rumah Suwondo (56), seorang petani yang tinggal seorang diri dengan kondisi hunian memprihatinkan.
"Inisiatif yang sedang kita jalankan saat ini merupakan wujud komitmen Pemkab Sidoarjo dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang kurang beruntung. Ini termasuk intervensi langsung bagi mereka yang menempati hunian tidak layak," tegas Subandi, Rabu (3/6/2026).
Baca Juga: Nilai Tukar Dolar AS Tembus Rp18.095, Keberadaan Money Changer di Gresik Terpantau Landai
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (P2CKTR) Kabupaten Sidoarjo, Mochamad Bachruni Aryawan, memaparkan rincian pendanaan proyek infrastruktur mikro ini. Anggaran perbaikan ratusan rumah tersebut ditarik dari dua pos utama keuangan negara dan daerah.
"Targetnya 494 unit rumah ditangani melalui APBD Kabupaten Sidoarjo dan 105 unit lainnya bersumber dari APBN," jelas Bachruni. Jika diakumulasikan, total ada 599 unit rumah yang akan mendapat kucuran dana perbaikan tahun ini.
Program ini difokuskan bagi MBR yang kondisi rumahnya tidak memenuhi standar kesehatan dan keamanan, seperti kondisi lantai, dinding, atap, dapur, dan fasilitas sanitasi (jamban) yang belum memadai.
Baca Juga: Emak-Emak Harap Bersiap, Harga Kentang hingga Tomat di Jatim Kompak Naik Hari Ini
Melalui stimulus perbaikan RTLH ini, Pemkab Sidoarjo berharap tercipta ekosistem permukiman yang lebih sehat. Dengan hunian yang layak dan aman, warga diharapkan dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada stabilitas roda ekonomi keluarga di tingkat grassroot.
Editor : Hany Akasah