RADAR SURABAYA BISNIS - Memasuki pertengahan minggu pada 3 Juni 2026, indeks harga bahan bangunan dan material konstruksi memperlihatkan tren pergerakan yang dinamis namun tetap terkendali.
Bagi masyarakat yang tengah merencanakan proyek konstruksi, dinamika pasar minggu ini memberikan gambaran yang cukup menarik.
Secara umum, fluktuasi harga yang relatif stabil dan minim lonjakan ekstrem mengindikasikan bahwa kondisi pasar saat ini berada dalam fase yang sehat, baik untuk proyek skala besar maupun skala mikro seperti renovasi hunian pribadi.
Pada sektor semen yang menjadi fondasi utama bangunan, fluktuasi harga terjadi secara variatif antar merek. Kabar baik berpihak pada konsumen yang memilih Semen Gresik dan Semen Tiga Roda (kemasan 40 Kg), di mana kedua merek populer ini terpantau mengalami penurunan tipis.
Semen Gresik turun Rp54 menjadi Rp56.864 per sak, sementara Semen Tiga Roda turun Rp185 menjadi Rp52.164 per sak. Sebaliknya, kenaikan harga justru dialami oleh Semen Tonasa yang naik sebesar Rp377 menjadi Rp48.883, diikuti oleh Semen Dynamix yang naik Rp252 menjadi Rp49.969 per sak. Variasi harga ini memberikan fleksibilitas bagi para pemilik rumah dalam menyesuaikan bujet dan pilihan merek yang akan digunakan.
Sementara itu, beralih ke struktur atas dan pengerjaan interior, komoditas kayu dan material pelapis menunjukkan tren penguatan harga secara merata. Kayu balok meranti ukuran 4 x 10 kini dibanderol seharga Rp100.663 per batang setelah mengalami kenaikan sebesar Rp159.
Langkah kenaikan ini juga diikuti oleh papan meranti yang naik Rp114 menjadi Rp104.968 per lembar, serta material triplek ukuran 6mm yang mengalami kenaikan harga sebesar Rp216 sehingga kini dipasarkan di angka Rp77.097 per lembar. Kenaikan tipis ini mengindikasikan adanya aktivitas permintaan yang cukup stabil di sektor konstruksi domestik, sekaligus menjadi sinyal bahwa pasokan kayu berkualitas masih terjaga dengan baik di pasaran.
Di sisi lain, produk besi beton yang berfungsi sebagai tulang tanam struktur bangunan juga didominasi oleh koreksi positif. Besi beton ukuran 6 mm (12/9m) mengalami kenaikan sebesar Rp57 menjadi Rp30.698 per batang, dan besi beton ukuran 10 mm naik Rp125 menjadi Rp70.740 per batang.
Namun uniknya, besi beton ukuran 8 mm justru menjadi satu-satunya yang mengalami penurunan tipis sebesar Rp19 menjadi Rp48.427 per batang. Untuk material pengikat seperti paku, para pelaksana proyek dapat sedikit bernapas lega karena mayoritas ukuran mulai dari 2 cm hingga 10 cm kompak mengalami penurunan tipis berkisar antara Rp4 hingga Rp35 per kilogram.
Melihat dinamika harga material bangunan yang relatif stabil dan perubahannya yang hanya berada di kisaran ratusan rupiah ini, saat ini dapat dinilai sebagai waktu yang sangat tepat untuk melakukan renovasi rumah.
Baca Juga: Dari Hobi Jadi Profesi, Bagaimana Generasi Z Mengubah Tren DIY Menjadi Ladang Bisnis Baru
Ketiadaan lonjakan harga yang drastis meminimalkan risiko pembengkakan anggaran (overbudget) di tengah jalan, sebuah momok yang kerap ditakuti oleh pemilik rumah. Stabilnya harga komoditas utama seperti semen dan besi memberikan kepastian kalkulasi biaya yang lebih akurat saat menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Oleh karena itu, memanfaatkan momentum pertengahan tahun ini adalah langkah yang bijak sebelum adanya potensi perubahan kebijakan ekonomi atau faktor musiman yang jamak memicu inflasi harga material di akhir tahun.
Dinamika pasar yang kondusif ini diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan proyek infrastruktur dan properti, sekaligus memberikan lampu hijau bagi para kepala rumah tangga untuk mewujudkan hunian impian mereka tanpa beban anggaran yang berlebih. (nov/han)
Editor : Hany Akasah