Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Khofifah Tinjau PG Ngadirejo, Jatim Bidik Swasembada Gula Nasional

Mus Purmadani • Senin, 25 Mei 2026 | 13:55 WIB
Musim Giling : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau proses giling tebu di Pabrik Gula (PG) Ngadirejo, Kabupaten Kediri.
Musim Giling : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau proses giling tebu di Pabrik Gula (PG) Ngadirejo, Kabupaten Kediri.

radarsurabayabisnis.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung proses giling tebu di Pabrik Gula (PG) Ngadirejo, Kabupaten Kediri, Sabtu (23/5). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran musim giling sekaligus memperkuat target swasembada gula konsumsi nasional.

Dalam peninjauan itu, Khofifah menegaskan Jawa Timur terus menjadi motor utama produksi gula nasional melalui peningkatan produktivitas tebu, perluasan lahan tanam, hingga peremajaan tanaman tebu.

Menurut Khofifah, kualitas tebu di Jawa Timur terus mengalami peningkatan, salah satunya terlihat dari kenaikan rendemen gula di PG Ngadirejo.

“Di PG Ngadirejo, rendemen musim giling tahun ini diperkirakan mencapai 8,5 persen. Ini menunjukkan adanya peningkatan dibanding musim sebelumnya,” ujarnya.

Baca Juga: Update Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Senin 25 Mei 2026: Harga Cabai Meroket

Pemprov Jatim juga terus menjalankan program bongkar ratoon guna memperbaiki kualitas tanaman tebu. Program tersebut ditandai dengan tanam perdana di Desa Ngletih, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, yang dilakukan serentak di 11 kabupaten/kota pada 15 titik penanaman.

Selain fokus pada peremajaan tanaman, Jawa Timur juga mendapat target perluasan lahan tebu terbesar secara nasional pada 2026. Total lahan yang akan dikembangkan mencapai 54.897 hektare dan tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.

Khofifah menyebut program bongkar ratoon menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya sektor gula. Dengan peremajaan tanaman, produktivitas tebu diharapkan meningkat dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani.

“Jawa Timur siap menjadi penggerak utama dalam mendukung swasembada gula nasional,” katanya.

Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Menguat pada Awal Pekan, Buyback Ikut Naik Signifikan

Secara nasional, Kementerian Pertanian RI menargetkan pengembangan lahan tebu seluas 97.970 hektare pada 2026. Dari jumlah tersebut, lebih dari separuhnya berada di Jawa Timur.

Sebagai provinsi penghasil tebu terbesar di Indonesia, Jawa Timur saat ini menyumbang sekitar 51 persen produksi gula nasional. Pada 2025, produksi gula kristal putih Jawa Timur tercatat mencapai 1.343.995 ton atau menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Khofifah menilai capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara petani, pabrik gula, pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga lembaga penelitian dan perguruan tinggi.

Ia juga menegaskan Kabupaten Kediri memiliki posisi strategis dalam industri gula nasional. Saat ini, Kediri memiliki lahan tebu sekitar 25 ribu hektare dan didukung tiga pabrik gula aktif.

“Potensi ini harus terus didorong agar Kediri menjadi pusat pertumbuhan industri gula nasional,” ujarnya.

Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, akan terus memberikan dukungan melalui bantuan alat dan mesin pertanian, penguatan sistem irigasi, hingga mitigasi perubahan iklim untuk menjaga produktivitas tebu.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, optimistis target swasembada gula nasional dapat tercapai pada akhir tahun ini. Optimisme tersebut didukung peningkatan produktivitas tebu dan inovasi di sektor industri gula.

“Tahun ini produktivitas tebu di Jawa Timur meningkat sekitar 1,5 juta ton dibanding tahun sebelumnya. Kami berharap PG Ngadirejo menjadi salah satu pilar swasembada gula nasional,” katanya.

Plt General Manager PG Ngadirejo, Faiz Humami, menambahkan pabrik tersebut akan menjalani musim giling selama 200 hari dengan target menggiling 11 juta kuintal tebu dan menghasilkan sekitar 80 ribu ton gula.

“Kami berharap proses giling berjalan lancar dan seluruh pekerja diberikan keselamatan selama musim produksi,” ujar Faiz.

Editor : Hany Akasah
#gula lokal #Khofifah Indah Parawansa #Tebu Rakyat #swasembada gula #gubernur jawa timur