Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Strategi Kementan Hadapi Krisis Pangan, Dorong Anak Muda Kuasai Bisnis dan Teknologi Agribisnis

Hany Akasah • Jumat, 22 Mei 2026 | 15:23 WIB
PUNCAK PENGANUGERAHAN: Para peraih penghargaan berfoto bersama jajaran pejabat Kementerian Pertanian dalam Ajang Pemilihan Young Ambassador Agriculture (YAA) 2026 di Ciawi, Jawa Barat.
PUNCAK PENGANUGERAHAN: Para peraih penghargaan berfoto bersama jajaran pejabat Kementerian Pertanian dalam Ajang Pemilihan Young Ambassador Agriculture (YAA) 2026 di Ciawi, Jawa Barat.

RADAR SURABAYA BISNIS – Sektor pertanian di Indonesia kini terus mengalami transformasi signifikan. Bukan lagi identik dengan pekerjaan tradisional yang mengandalkan tenaga fisik semata, pertanian modern telah berkembang menjadi sektor strategis yang menawarkan peluang bisnis besar dan menjanjikan secara ekonomi.

Merespons besarnya potensi pasar agribisnis tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengakselerasi regenerasi petani dengan menyiapkan generasi muda sebagai motor penggerak utama. 

Salah satu langkah konkretnya diwujudkan melalui Ajang Pemilihan Young Ambassador Agriculture (YAA), Duta Polbangtan/PEPI, dan Brigade Pangan Inspiratif Tahun 2026 yang digelar di Ciawi pada 19–21 Mei 2026.

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 7.685 Triliun pada Triwulan I 2026

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa di tengah tantangan krisis pangan global, generasi muda harus mampu melihat peluang ekonomi dari sektor ini.

“Pertanian saat ini bukan lagi sektor tradisional. Pertanian adalah bisnis besar yang menjanjikan dan membutuhkan anak-anak muda yang kreatif, inovatif, serta menguasai teknologi. Kalau pangan kuat, bangsa juga akan kuat," ujar Mentan Amran.

Lebih lanjut, Mentan menambahkan bahwa keterlibatan petani muda memiliki peran ganda; selain mewujudkan swasembada pangan nasional, mereka juga didorong untuk menjadi wirausahawan tangguh yang mampu memaksimalkan potensi ekonomi dari pengembangan pertanian berbasis teknologi.

Baca Juga: Forbes Advisor Rilis Daftar Mata Uang Terlemah 2026, Rupiah Turut Masuk Daftar

Untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing dalam industri agribisnis, Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memberikan pembekalan komprehensif kepada para peserta YAA 2026.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menjelaskan bahwa regenerasi petani harus dibarengi dengan penguatan kapasitas yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

"Kami ingin menciptakan generasi muda pertanian yang adaptif, profesional, dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing," kata Idha.

Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Jumat 22 Mei 2026, Cabai Kompak Naik

Selain dibekali ilmu agribisnis dasar, para peserta juga mendapatkan pelatihan spesifik terkait strategi promosi di era digital, personal branding, public speaking, hingga ilmu kepemimpinan.

Kemampuan ini dinilai esensial bagi para petani muda untuk memasarkan produk pertanian mereka agar mampu menembus pasar nasional maupun internasional.

Melalui ajang seperti YAA 2026, Kementan berharap stigma lama tentang profesi petani perlahan terkikis, digantikan dengan antusiasme generasi muda untuk terjun dan meraih kesuksesan finansial di sektor bisnis pertanian modern.

Baca Juga: Dolar AS Masih Perkasa, Rupiah Kembali Tertekan pada Perdagangan Jumat

Editor : Hany Akasah
#agribisnis #kementan #pertanian #anak muda #teknologi