Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Dua Pabrik LPG Swasta Baru Lolos Uji Coba, Siap Dorong Kapasitas Produksi Nasional

Hany Akasah • Jumat, 22 Mei 2026 | 08:55 WIB
ILUSTRASI: Fasilitas tangki penyimpanan gas minyak cair (LPG).
ILUSTRASI: Fasilitas tangki penyimpanan gas minyak cair (LPG).

RADAR SURABAYA BISNIS – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan dua fasilitas pengolahan gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (LPG) baru telah sukses menyelesaikan tahap uji coba produksi (commissioning). 

Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu menopang ketahanan energi sekaligus menggairahkan iklim investasi migas di Tanah Air.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa kedua fasilitas tersebut saat ini hanya tinggal menunggu penyelesaian izin niaga sebelum diresmikan secara formal. 

Baca Juga: Aturan Baru Ekspor Berlaku 1 Juni 2026, Pengusaha Wajib Lapor ke PT Danantara

Menariknya, Djoko menegaskan bahwa kepemilikan kedua pabrik bernilai strategis ini sepenuhnya berada di tangan perusahaan migas swasta, bukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Tinggal menunggu waktu peresmian saja. Commissioning sudah selesai, tinggal izin niaga LPG atau LNG-nya yang harus diurus. Begitu izin ada, langsung peresmian," ujar Djoko di Kementerian ESDM.

Secara rinci, kedua fasilitas tersebut adalah LPG Plant Cilamaya dan LPG Plant Tuban. LPG Plant Cilamaya yang dioperasikan oleh PT Energi Nusantara Perkasa (ENP) diproyeksikan mampu memproduksi LPG sebesar 163 metrik ton (mt) per hari, ditambah kondensat mencapai 1.891 barel minyak per hari (bph).

Baca Juga: Tingkatkan Efisiensi Bisnis, Google Rilis Gemini Spark yang Bisa Beroperasi 24 Jam

Sementara itu, LPG Plant Tuban yang dikelola oleh PT Sumber Aneka Gas (SAG) akan menyumbang tambahan produksi LPG sebesar 30 mt per hari dan kondensat sebesar 348 bph.

Langkah strategis SKK Migas tidak berhenti pada dua pabrik tersebut. Terdapat tiga proyek pembangunan pabrik pengolahan LPG lain yang tengah disiapkan untuk mendongkrak suplai energi domestik dalam beberapa tahun ke depan.

Pertama, LPG Plant Jambi Merang dengan proyeksi kapasitas produksi jumbo sekitar 320 mt per hari, yang ditargetkan onstream atau mulai beroperasi pada kuartal II-2027. 

Baca Juga: Warga Doyan Mie dan Tempe, RI Tetap Andalkan Impor Bahan Baku Hingga Capai Triliunan Rupiah

Kedua, Pabrik LPG Senoro dengan perkiraan produksi 54 mt per hari yang juga dijadwalkan onstream pada 2027. Ketiga, potensi proyek LPG Plant Jawa Timur garapan PT ARSynergy dengan kapasitas 50 mt per hari, membidik target operasi pada tahun yang sama.

Kehadiran deretan pabrik LPG baru ini tidak hanya mengamankan pasokan domestik tetapi juga menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan sektor riil dan investasi energi di Indonesia. Rencananya, peresmian fasilitas-fasilitas ini akan dilakukan langsung oleh Presiden.

Baca Juga: 18 Calon Jemaah Haji Diamankan di Bandara Juanda, Dugaan Jalur Ilegal

Editor : Hany Akasah
#lpg #skk migas #tuban #swasta #pabrik