Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Terungkap Hantavirus Ada di Jatim, Satu Pasien Pernah Dirawat di RSUD dr Soetomo

Mus Purmadani • Kamis, 14 Mei 2026 | 16:53 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Erwin Astha Triyono, menegaskan hingga kini belum ditemukan bukti penularan hantavirus dari manusia ke manusia.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Erwin Astha Triyono, menegaskan hingga kini belum ditemukan bukti penularan hantavirus dari manusia ke manusia.

radarsurabayabisnis.id - Dinas Kesehatan Jawa Timur mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus, penyakit zoonosis yang ditularkan melalui kontaminasi tikus. Imbauan tersebut disampaikan setelah ditemukan satu kasus positif hantavirus di Jawa Timur pada awal tahun 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Erwin Astha Triyono, menegaskan hingga kini belum ditemukan bukti penularan hantavirus dari manusia ke manusia.

Baca Juga: Melonjak Drastis Stok Beras Tembus 1,3 Juta Ton, Gudang Bulog Jatim Nyaris Penuh

“Kontaminasi atau kontak dengan yang terkontaminasi tikus, itu yang lebih perlu diwaspadai. Sampai sekarang belum ada deteksi penularan antar manusia,” ujar dr. Erwin, Kamis (14/5).

Penularan Hantavirus Berasal dari Tikus

Menurut dr. Erwin, hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui urine, kotoran, maupun air liur tikus yang mencemari lingkungan.

Virus dapat masuk ke tubuh manusia saat seseorang menghirup partikel udara yang telah terkontaminasi, menyentuh benda yang tercemar, atau mengonsumsi makanan yang tidak higienis.

Karena itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, khususnya area yang berpotensi menjadi sarang tikus seperti gudang, saluran air, tempat penyimpanan makanan, hingga tumpukan sampah.

Satu Pasien Positif Dirawat di RSUD dr Soetomo

Dinkes Jatim mengungkapkan bahwa kasus hantavirus tersebut ditemukan pada Januari 2026. Pasien dewasa yang dinyatakan positif sempat menjalani perawatan di RSUD dr. Soetomo.

Baca Juga: MinyaKita Langka di Jatim, Ombudsman Temukan Harga Tembus Rp18 Ribu

Awalnya pasien didiagnosis mengalami leptospirosis karena mengalami gejala demam tinggi dan kondisi tubuh menguning. Namun setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan atas arahan Kementerian Kesehatan, hasil laboratorium menunjukkan pasien positif hantavirus.

“Karena demam dan kuning, kemudian didorong untuk pemeriksaan hantavirus. Dan ternyata positif. Tapi pasien sudah membaik dan sekarang sudah sembuh,” jelas dr. Erwin.

Hingga kini, Dinkes Jatim masih melakukan penelusuran epidemiologi terkait sumber penularan dan riwayat paparan pasien.

Gejala Hantavirus yang Perlu Diwaspadai

Dinkes Jatim meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti:

Deteksi hantavirus dilakukan melalui pemeriksaan PCR menggunakan sampel darah dan urin pasien.

Dinkes Minta Warga Tidak Panik

Selain hantavirus, masyarakat juga diminta mewaspadai leptospirosis atau penyakit kencing tikus karena memiliki pola penularan yang hampir sama.

Menurut dr. Erwin, langkah pencegahan paling penting adalah menjaga kebersihan lingkungan dan meminimalisasi kontak dengan tikus maupun area yang berpotensi tercemar.

Baca Juga: Potensi Ekonomi Besar, Pemprov Jatim Dorong Hilirisasi Riset BRIN Masuk Sektor Industri

Dinkes Jatim juga mengimbau masyarakat menggunakan alat pelindung saat membersihkan area kotor atau tempat yang diduga menjadi sarang tikus.

Meski ada temuan kasus positif, pemerintah meminta masyarakat tidak panik dan tetap fokus menjalankan pola hidup bersih serta menjaga daya tahan tubuh agar risiko penularan dapat ditekan.

Editor : Hany Akasah
#hantavirus #zoonosis #RSUD dr Soetomo #Dinas Kesehatan Jatim