radarsurabayabisnis.id - Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan hasil penertiban berupa denda administrasi dan penyelamatan keuangan negara senilai Rp10,27 triliun di Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Rabu (13/5).
Dalam acara tersebut, tumpukan uang triliunan rupiah turut dipajang sebagai simbol hasil penagihan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara sepanjang tahun 2026.
Di hadapan Presiden Prabowo, ST Burhanuddin menyerahkan secara simbolis dana Rp10,27 triliun kepada Purbaya Yudhi Sadewa.
Baca Juga: Presiden Prabowo Perkuat Sektor Maritim, Bagikan 1.582 Kapal Melalui Koperasi Nelayan
Selain penyerahan dana, acara juga diwarnai penyerahan aset negara berupa kawasan taman nasional hasil penguasaan kembali oleh Satgas PKH seluas 2.373.171,75 hektar dari Jaksa Agung kepada Raja Juli Antoni.
Tak hanya itu, dilakukan pula penyerahan perkebunan kelapa sawit tahap tujuh hasil penguasaan kembali Satgas PKH dengan luas yang sama kepada Menteri Keuangan. Selanjutnya aset tersebut diteruskan kepada Dony Oskaria dan Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani.
Baca Juga: Target Ambisius! Prabowo Umumkan Proyek PLTS 100 GW di KTT ASEAN
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengaku bangga atas keberhasilan penyelamatan uang negara tersebut. Menurutnya, nilai Rp10 triliun merupakan angka besar yang manfaatnya harus benar-benar dirasakan rakyat Indonesia.
Prabowo bahkan menyebut dana tersebut dapat digunakan untuk merenovasi sekitar 5.000 puskesmas di seluruh Indonesia.
“Dengan Rp10 triliun, kita bisa memperbaiki 5.000 puskesmas. Indonesia punya sekitar 10 ribu puskesmas sejak zaman Presiden Soeharto dan selama puluhan tahun banyak yang belum diperbaiki,” ujarnya.
Presiden juga menyoroti masih banyak fasilitas umum di daerah terpencil yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari puskesmas, sekolah, hingga sarana transportasi.
Menurutnya, uang negara yang berhasil diselamatkan dari praktik korupsi harus dikembalikan untuk kepentingan rakyat agar masyarakat di daerah dapat menikmati fasilitas yang layak seperti di perkotaan.
“Semuanya kita perbaiki dengan uang-uang yang kalau tidak kita selamatkan, akan hilang dimakan para koruptor, maling, dan perampok,” tegas Prabowo.
Editor : Hany Akasah