RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) secara resmi memperkuat sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah melalui hilirisasi hasil riset. Kolaborasi ini diproyeksikan membuka peluang investasi dan bisnis baru di berbagai sektor strategis.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa penguatan ekosistem riset bukan sekadar pengembangan ilmu pengetahuan, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing bangsa di pasar global.
"Jawa Timur memiliki peluang besar mempercepat hilirisasi hasil riset melalui kolaborasi dengan BRIN yang memiliki sekitar 6.000 kekayaan intelektual," ujar Khofifah usai bertemu Kepala BRIN Arif Satria di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (11/5).
Baca Juga: Modernisasi Haji 2026, Arab Saudi Kerahkan Robot 69 Bahasa Untuk Layani Jemaah
Fokus pada Efisiensi Pangan dan Kesehatan
Dalam perspektif bisnis, dua inovasi unggulan BRIN menarik perhatian besar: teknologi food saver dan implan tulang. Teknologi food saver yang mampu memperpanjang masa simpan komoditas seperti beras dan telur dinilai sebagai solusi efisiensi bagi pelaku industri pangan dan logistik.
Di sektor kesehatan, kolaborasi riset alat kesehatan antara BRIN dan RSUD Dr. Soetomo menjadi sinyal positif bagi kemandirian industri medis dalam negeri.
Produk seperti implan tulang berkualitas tinggi diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada produk impor, sekaligus menekan biaya operasional rumah sakit.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Trump Tolak Proposal Iran
Mendorong Daya Saing Daerah
Kepala BRIN, Arif Satria, menyambut baik dukungan Pemprov Jatim. Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah sangat krusial agar hasil riset dapat diterapkan secara nyata dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
"Kami terus membuka ruang kerja sama agar inovasi ini tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya dan mendorong hilirisasi industri di daerah," tutur Arif.
Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan, di mana riset teknologi tepat guna menjadi motor penggerak utama dalam pemulihan dan penguatan ekonomi Jawa Timur ke depan.
Baca Juga: Shell Indonesia Kembali Beroperasi, Harga V-Power Diesel Jadi Sorotan
Editor : Hany Akasah