RADAR SURABAYA BISNIS – Sektor infrastruktur di Pulau Kalimantan bersiap menyambut babak baru. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) tengah mematangkan rencana pembangunan jaringan kereta api perdana di pulau tersebut, dengan nilai investasi fantastis mencapai Rp 25 triliun.
Proyek strategis ini tidak hanya akan menghubungkan wilayah intra-Kaltara, tetapi ditargetkan menjadi urat nadi logistik dan mobilitas yang terintegrasi hingga ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang, mengungkapkan bahwa iklim investasi di daerahnya menunjukkan sinyal yang sangat positif. Ia memastikan sudah ada investor berskala nasional yang menyatakan keseriusannya untuk menggarap megaproyek ini.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan 30 Ribu Manajer Tersertifikasi BNSP untuk Genjot Bisnis KDKMP
"Kita optimistis dapat merealisasikannya, karena investor ini benar-benar serius. Sebelum pembangunan dimulai, investor siap menggelontorkan dana hingga Rp 25 triliun," ujar Zainal.
Pada tahap awal, pembangunan jalur besi ini akan difokuskan untuk menghubungkan kawasan strategis di Kaltara, mulai dari Kabupaten Malinau, Tana Tidung, hingga Tanjung Selor di Kabupaten Bulungan.
Menariknya dari kacamata bisnis, proyek ini dirancang dengan visi jangka panjang. Zainal berharap jalur kereta ini kelak dapat diekspansi menjadi jalur lintas negara yang menghubungkan Kalimantan dengan Brunei Darussalam dan Malaysia, membuka ceruk pasar ekspor-impor baru bagi pengusaha lokal.
Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Sabtu 9 Mei 2026, Minyak Goreng Naik
Rencana besar ini mendapat angin segar dari pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan komitmen pemerataan infrastruktur.
Menurutnya, setelah Jawa, Sumatera, dan Sulawesi, kini giliran Kalimantan yang dipersiapkan untuk memiliki jaringan kereta api.
Dari sisi legislatif daerah, Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie, melihat proyek ini sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga: Emas Antam Tak Bergerak, Buyback Tetap Kokoh di Akhir Pekan
"DPRD Kaltara berkomitmen mendukung upaya pemerintah daerah dalam mendorong investasi strategis, terutama di sektor infrastruktur," tegas Achmad.
Untuk memberikan kepastian hukum bagi para investor, Pemprov dan DPRD Kaltara kini tengah bersinergi merumuskan regulasi pendukung melalui Peraturan Daerah (Perda).
Langkah ini krusial menjelang target penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan investor yang dijadwalkan rampung tahun ini.
Baca Juga: Percepat Link and Match, Menaker Dorong BLK Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Industri
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek, sekaligus memberikan multiplier effect (efek ganda) bagi roda perekonomian masyarakat dan dunia usaha di wilayah penyangga IKN.
Editor : Hany Akasah