Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kemenag Buka Jalur Akselerasi BIB 2026, Lulusan Pesantren Kini Bisa Raih Gelar Magister dalam 4 Tahun

Hany Akasah • Kamis, 7 Mei 2026 | 18:45 WIB
DERETAN SANTRI: Kemenag melalui Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026 kini menawarkan jalur akselerasi S1-S2 untuk meningkatkan kualitas SDM pesantren.
DERETAN SANTRI: Kemenag melalui Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026 kini menawarkan jalur akselerasi S1-S2 untuk meningkatkan kualitas SDM pesantren.

RADAR SURABAYA BISNIS – Kementerian Agama (Kemenag) resmi meluncurkan skema baru dalam Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026 yang berfokus pada efisiensi waktu pendidikan tinggi bagi santri.

Melalui skema Program Sarjana Lanjut Magister (PSLM), para lulusan pesantren kini berkesempatan meraih gelar Magister (S2) hanya dalam waktu empat tahun atau 48 bulan masa studi.

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, Ruchman Basori, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan strategi untuk mempercepat lahirnya sumber daya manusia (SDM) unggul dari lingkungan pesantren. 

Baca Juga: Indonesia Jajaki Ekspor 200 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Senilai Rp2 Triliun

“Program ini membuka ruang baru bagi santri untuk menempuh jalur pendidikan tinggi yang lebih terakselerasi,” ujarnya di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Dari perspektif pengembangan talenta, program akselerasi ini dianggap sebagai bentuk afirmasi sekaligus penguatan akses bagi santri agar mampu bersaing di level nasional maupun global. 

Efisiensi masa studi ini diharapkan dapat mempercepat ketersediaan tenaga ahli profesional yang memiliki basis keilmuan agama yang kuat sekaligus kompetensi akademik yang mumpuni.

Baca Juga: Efek MBG Mulai Terasa, Ekonomi Jawa Timur Melesat Tertinggi se-Pulau Jawa

Siti Maria Ulfa, Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan, menjelaskan bahwa pendaftaran telah dibuka mulai 1 April hingga 31 Mei 2026. 

Untuk tahun pertama, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya ditunjuk sebagai mitra pelaksana untuk program studi Bahasa dan Sastra Arab pada Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027.

Baca Juga: Asal Usul Jalan Gunungsari Trem Surabaya, Bekas Jalur Trem Uap Sejak 1890

 

Persyaratan dan Kriteria Seleksi

Program ini ditujukan khusus bagi santri dari pondok pesantren yang terdaftar dan memiliki Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP). Berikut adalah poin-poin persyaratan utamanya:

- Warga Negara Indonesia (WNI).

- Usia maksimal 20 tahun per 31 Desember tahun pendaftaran.

- Lulusan MA, SMA, atau SMK berbasis pesantren dalam tiga tahun terakhir (2024-2026).

- Memiliki skor TOAFL minimal 500 untuk kemampuan Bahasa Arab.

- Terdaftar dalam sistem EMIS Kementerian Agama.

Baca Juga: Kebutuhan Armada Melonjak, Airbus Buka Peluang Bangun Pabrik Pesawat di Indonesia

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui platform beasiswa LPDP terintegrasi pada laman http://www.beasiswalpdp-terintegrasi.kemenkeu.go.id. Informasi lengkap mengenai panduan dan teknis beasiswa dapat diakses di portal resmi http://beasiswa.kemenag.go.id.

Editor : Hany Akasah
#santri #akselerasi #kuliah gratis #kemenag #beasiswa