RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Indonesia melalui Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani, mengonfirmasi rencana besar untuk melakukan perampingan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara signifikan.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari transformasi menyeluruh untuk memperkuat kontribusi perusahaan pelat merah terhadap ekonomi nasional.
Dalam acara CEO Development Program, Rosan mengungkapkan bahwa evaluasi mendalam telah dilakukan selama satu tahun terakhir.
Baca Juga: Dari Sawah ke Tanah Suci, Perjuangan Petani Sidoarjo Ini Bikin Haru Meski Ditinggal Suami
Hasil evaluasi tersebut menunjukkan perlunya efisiensi jumlah entitas BUMN, termasuk anak dan cucu perusahaan, dari yang semula berjumlah sekitar 1.000 menjadi hanya kisaran 200 hingga 300 perusahaan saja.
"Kami sudah melakukan evaluasi secara komprehensif. Number of companies-nya akan berkurang signifikan, akan menjadi 200-300 company saja," ujar Rosan dikutip pada Kamis (7/5/2024).
Rosan menjelaskan bahwa pengurangan jumlah ini bukan sekadar pengecilan organisasi, melainkan upaya mitigasi agar proses transformasi berjalan lancar.
Baca Juga: Alasan Harga Pertamax di SPBU Pertamina Masih Stabil Saat BBM Swasta Naik
Pemerintah ingin memastikan setiap BUMN yang tersisa memiliki daya saing tinggi dan mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Lebih lanjut, Rosan menekankan pentingnya eksekusi yang cepat sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, perencanaan yang solid harus dibarengi dengan tindakan yang tangkas agar manfaat transformasi bisa segera dirasakan oleh masyarakat luas.
"Yang paling penting adalah bagaimana kita mengerjakan ini, tidak hanya dengan planning yang baik, tetapi juga apa yang Bapak Presiden sudah sampaikan, dengan cepat. Supaya manfaatnya bisa dirasakan segera," tegasnya.
Baca Juga: 1.300 Guru di Jatim Pensiun, Pemprov Buka Rekrutmen ASN Guru 2026
Perubahan struktur ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem bisnis negara yang lebih sehat, transparan, dan fokus pada sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas pembangunan nasional di masa depan.
Editor : Hany Akasah