Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Gratis! Pemkab Situbondo Fasilitasi Drone Sprayer untuk Petani, Ini Syarat Mendapatkannya

Hany Akasah • Rabu, 6 Mei 2026 | 13:49 WIB
PRODUKTIVITAS PADI: Petugas Dispertangan Situbondo sedang menyiapkan teknologi drone sprayer untuk proses pemupukan otomatis di lahan pertanian padi sebagai bagian dari program smart farming 2026.
PRODUKTIVITAS PADI: Petugas Dispertangan Situbondo sedang menyiapkan teknologi drone sprayer untuk proses pemupukan otomatis di lahan pertanian padi sebagai bagian dari program smart farming 2026.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) mulai mengintegrasikan teknologi smart farming guna memperkuat ekosistem bisnis pertanian lokal. 

Langkah ini diwujudkan melalui penyediaan fasilitas drone sprayer secara gratis bagi kelompok tani untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas hasil panen.

Plt. Kepala Dispertangan Kabupaten Situbondo, Quratul Aini, menyatakan bahwa penggunaan teknologi digital merupakan langkah strategis dalam menekan biaya operasional petani sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

Baca Juga: Mobil Bertenaga Reaksi Kimia, Inovasi Alternatif Sumber Energi Ramah Lingkungan

"Kami memfasilitasi satu unit drone sprayer yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani di 17 kecamatan. Tujuannya agar proses pemupukan dan perlindungan tanaman lebih optimal," ujar Quratul Aini, Selasa (5/5/2026).

Hingga saat ini, sebanyak 21 kelompok tani telah mendaftarkan diri. Dari sisi efisiensi bisnis, penggunaan drone ini menawarkan keunggulan dibandingkan metode konvensional. 

Drone mampu menjangkau area luas dalam waktu singkat, memastikan penyebaran nutrisi tanaman lebih merata, serta mengurangi biaya tenaga kerja.

Baca Juga: Dari Film Suzanna hingga Hollywood, Ini Kisah Pelukis Poster Bioskop Jadul Surabaya

Selain efisiensi waktu, penggunaan teknologi ini juga diklaim lebih aman bagi kesehatan petani karena meminimalisir paparan langsung terhadap bahan kimia. 

Dispertangan juga menyediakan berbagai jenis nutrisi seperti perbaikan tanah, PGPR, asam amino, hingga agen hayati yang bisa diajukan sesuai kebutuhan lahan.

Untuk mendapatkan fasilitas ini, kelompok tani diwajibkan memenuhi sejumlah kriteria teknis, antara lain memiliki koordinasi lahan minimal 5 hektare, lokasi yang dapat diakses kendaraan pengangkut drone, serta dekat dengan sumber air.

Baca Juga: Nasib Jutaan Guru Honorer Terancam, Non-ASN Tak Boleh Mengajar Mulai 2027

"Ini adalah momentum bagi petani untuk beralih ke cara yang lebih modern dan efisien. Dengan teknologi, peluang hasil panen maksimal terbuka lebar," tutupnya.

Editor : Hany Akasah
#situbondo #padi #petani #gratis #drone