RADAR SURABAYA BISNIS – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Timur mencatatkan lonjakan target yang signifikan untuk tahun 2026.
Tidak hanya sekadar perbaikan hunian, program yang dikenal dengan sebutan bedah rumah ini diproyeksikan menjadi mesin penggerak ekonomi kerakyatan melalui penyerapan tenaga kerja masif dan penguatan modal UMKM.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyatakan bahwa target penerima BSPS di Jawa Timur tahun ini mencapai 33.000 Kepala Keluarga (KK). Angka ini meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berkisar di angka 3.000 unit.
Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik Lagi per 4 Mei 2026, Cek Rincian Harga Terbarunya
Putaran Dana dan Penyerapan Tenaga Kerja
Setiap unit rumah mendapatkan alokasi bantuan sebesar Rp20 juta. Secara teknis, dana tersebut dibagi menjadi dua peruntukan utama: Rp17,5 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tenaga kerja.
"Jika satu rumah dikerjakan oleh tiga orang, berarti hampir 99.000 tenaga kerja terlibat. Ini dampak ekonominya sangat besar, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah," ujar Maruarar saat meninjau lokasi di Surabaya, Minggu (3/5).
Secara makro, dengan total 33.000 rumah dan anggaran Rp20 juta per unit, terdapat potensi perputaran dana sekitar Rp660 miliar di wilayah Jawa Timur dalam satu tahun anggaran. Sebagian besar dana tersebut akan mengalir ke toko bangunan lokal dan penyedia jasa konstruksi skala kecil.
Baca Juga: Trans Jatim Koridor Pasuruan Raya Segera Beroperasi, Targetkan Buruh Kawasan PIER
Sinergi Modal Usaha untuk Perempuan
Selain aspek konstruksi, pemerintah juga mendorong keberlanjutan ekonomi penerima bantuan melalui sinergi program pemberdayaan.
Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan PNM Mekaar menjadi fokus utama untuk mendukung pelaku usaha ultra mikro, khususnya kaum perempuan di Surabaya.
Maruarar mengapresiasi ketangguhan perempuan pengusaha kecil di Surabaya yang rata-rata memiliki penghasilan Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan.
Baca Juga: KUR Bunga 5 Persen Segera Diluncurkan Oleh Prabowo, Ini Tanggapan DPR RI
Sinergi modal usaha ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup mereka seiring dengan perbaikan kualitas hunian yang lebih layak dan sehat.
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, serta Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turut memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan ini.
Program BSPS dinilai sebagai langkah konkret yang langsung menyentuh kebutuhan dasar sekaligus memperkuat struktur ekonomi di tingkat akar rumput.
Baca Juga: KUR Bunga 5 Persen Segera Diluncurkan Oleh Prabowo, Ini Tanggapan DPR RI
Editor : Hany Akasah