RADAR SURABAYA BISNIS – Proyek infrastruktur pendidikan Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial mulai memasuki fase krusial.
Dalam tinjauan lapangan di kawasan Kedung Cowek, Surabaya, Minggu (3/5/2026), Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan akselerasi pembangunan fisik terus dipacu guna mengejar target operasional pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Dari sisi ekonomi makro, proyek ini memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Di titik Surabaya saja, tercatat sekitar 789 tenaga kerja terlibat aktif untuk menyelesaikan bangunan di atas lahan seluas 66.143 meter persegi.
Baca Juga: Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Ketahanan Energi, Menteri Bahlil: Kita Stop Impor Solar Tahun Ini!
Secara nasional, terdapat 97 titik pembangunan yang digarap bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum, dengan 18 lokasi di antaranya terkonsentrasi di Jawa Timur.
Gus Ipul menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang dalam pengentasan kemiskinan melalui akses pendidikan terpadu (SD, SMP, hingga SMA). Proyek ini menekankan pada akuntabilitas pengadaan barang dan jasa.
"Terkait pengadaan perlengkapan siswa, termasuk sepatu, saya pastikan seluruh proses dilakukan secara transparan dan akuntabel. Tidak boleh ada lobby, titipan, atau rekayasa," ujar Gus Ipul.
Baca Juga: CNG 3 Kg Diklaim Lebih Murah 40 Persen, Disiapkan Untuk Gantikan LPG
Hingga awal Mei, progres fisik di titik Surabaya telah mencapai 56 persen. Pihak pelaksana proyek, termasuk PT Waskita Raya KSO, optimistis dapat menyelesaikan sisa pengerjaan dalam kurun waktu 47 hari kerja, dengan target penyelesaian pada 20 Juni 2026.
Integrasi fasilitas seperti asrama, laboratorium, dan sarana olahraga dalam satu kawasan diharapkan mampu menciptakan efisiensi operasional pendidikan bagi anak-anak dari keluarga Desil 1 & 2 (masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah).
Editor : Hany Akasah