Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Menilik Masa Depan Gas Masela Setelah LDA Disepakati, Seluruh Gas Dilaporkan Ludes Terjual

Hany Akasah • Jumat, 1 Mei 2026 | 07:36 WIB
LEPAS PANTAI: SKK Migas melaporkan sejak Mei hingga Juni produksi minyak konsisten mengalami kenaikan menjadi 580.405 barel oil per day (BOPD) dan 583.275 BOPD.
ILUSTRASI: Pengembangan proyek Lapangan Gas Abadi Masela

RADAR SURABAYA BISNIS – Proyek strategis nasional pengembangan Lapangan Gas Abadi Masela menunjukkan progres signifikan.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengonfirmasi bahwa kesepakatan LNG Development Agreement (LDA) telah resmi ditandatangani oleh operator dan calon pembeli.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa kesepakatan krusial ini dicapai pada 28 April 2026. Dengan ditandatanganinya LDA, seluruh volume gas yang diproduksi oleh Inpex Masela Ltd. di masa depan secara praktis telah memiliki komitmen serapan dari para pembeli.

Baca Juga: Dapur MBG Kena Suspend Tetap Bisa Dapat Insentif, Bos BGN Beberkan Syaratnya

"Kami bersyukur atas kerja keras seluruh pihak. Kesepakatan aspek legal, finansial, hingga komersial dalam LDA ini menjadi landasan kuat untuk melangkah ke tahap Gas Sales Agreement (GSA)," ujar Djoko dalam keterangannya.

Langkah ini juga mempertegas kepastian hukum bagi investor melalui klausul stabilisasi (stabilization clause) dan skema sponsor loan yang telah disetujui.

Hal ini menjadi sinyal positif bagi iklim investasi hulu migas di Indonesia, mengingat Blok Masela merupakan salah satu cadangan gas terbesar di tanah air.

Baca Juga: Upaya Lindungi Petani Lokal, Menteri Perdagangan Budi Santoso Resmi Batasi Impor 6 Komoditas Ini

Target Selanjutnya: GSA dan FID 2026

Pasca kesepakatan LDA, SKK Migas menargetkan penandatanganan Head of Agreement (HoA) atau GSA dapat terlaksana pada Mei 2026. 

Komitmen dari lembaga pendanaan (lenders) juga disebut telah diamankan, yang akan memperkuat posisi Inpex dalam mengejar Final Investment Decision (FID) pada akhir tahun 2026.

Saat ini, fokus utama dialihkan pada penyelesaian tahapan Front End Engineering Design (FEED) serta proses pengadaan barang dan jasa. 

Baca Juga: BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Pemegang Saham Dapat Rp346 per Saham

Selain itu, pemerintah terus mengawal proses pembebasan lahan agar tahap groundbreaking dapat berjalan sesuai jadwal yang direncanakan.

Editor : Hany Akasah
#produksi #skk migas #Djoko Siswanto #gas #minyak