Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pembangunan Flyover di Bekasi Disetujui Prabowo, Upaya Tekan Kecelakaan di Lintasan Padat

Hany Akasah • Selasa, 28 April 2026 | 14:46 WIB
ILUSTRASI: Flyover yang rencananya akan disiapkan pemerintah sebagai solusi untuk mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan kereta di Bekasi
ILUSTRASI: Flyover yang rencananya akan disiapkan pemerintah sebagai solusi untuk mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan kereta di Bekasi

RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintah bergerak cepat merespons kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4) malam.

Presiden Prabowo Subianto langsung menyetujui pembangunan flyover di sejumlah perlintasan kereta api sebagai langkah pencegahan kecelakaan serupa.

Keputusan tersebut disampaikan usai Presiden mengunjungi para korban yang dirawat di RSUD Bekasi pada Selasa (28/4).

Menurutnya, kondisi lalu lintas di Bekasi yang padat serta tingginya intensitas perjalanan kereta api membuat keberadaan flyover menjadi kebutuhan yang mendesak.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan SAL Rp 420 Triliun Masih Utuh, Purbaya: Belum Terpakai dan Tetap Aman

“Karena Bekasi ini juga padat ya dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat mendesak. Jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover, langsung oleh bantuan presiden,” ujar Prabowo di RSUD Bekasi, Jawa Barat, seperti yang disiarkan di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa, 28 April 2026.

Di sisi lain, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mulai melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.

Presiden juga memastikan seluruh korban, yang jumlahnya sekitar 54 orang, telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Lebih lanjut, Prabowo menyoroti persoalan lintasan sebidang yang selama ini menjadi sumber risiko kecelakaan dan belum tertangani secara menyeluruh sejak lama.

Baca Juga: Rupiah Terseret Tekanan Global, Melemah di Awal Perdagangan

Pemerintah pun berkomitmen untuk menata sekitar 1.800 titik perlintasan serupa yang tersebar di Pulau Jawa.

Upaya penataan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp 4 triliun.

Penanganan akan dilakukan melalui berbagai skema, mulai dari pembangunan flyover hingga penyediaan pos penjagaan di titik-titik rawan.

“Saya sudah perintahkan segera kita akan perbaiki semua ya, lintasan tersebut dengan apakah dengan dilakukan pos jaga, atau dengan flyover. Sekarang saatnya sudah berapa puluh tahun tidak dilakukan, sekarang kita lakukan,” tegas Presiden Prabowo.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan transportasi, khususnya di wilayah dengan tingkat mobilitas tinggi seperti Bekasi, sekaligus menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan kereta api. (iza/han)

Editor : Hany Akasah
#KNKT #prabowo #flyover #bekasi #kereta