Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Prediksi BMKG El Nino di Jatim Lebih Parah dari 2025, Ini Resikonya Menurut Khofifah Indar Parawansa

Mus Purmadani • Senin, 27 April 2026 | 13:54 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan hadapi El Nino.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan hadapi El Nino.

radarsurabayabisnis.id - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau ekstrem pada 2026. Peringatan ini disampaikan di tengah ancaman fenomena El Nino yang diprediksi memperpanjang durasi musim kemarau dan meningkatkan risiko kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Khofifah, kondisi tahun ini tidak bisa dianggap biasa. Ia menegaskan pentingnya langkah mitigasi yang cepat, terukur, dan berbasis data sebelum puncak kemarau terjadi.

Baca Juga: Produksi Beras Jawa Timur Surplus 50 Persen, Stok Aman Hadapi El Nino 2026

“Momentum ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk memastikan kesiapsiagaan, mitigasi, serta langkah konkret dalam melindungi masyarakat Jawa Timur. Seluruh kepala daerah harus bergerak proaktif,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menekan dampak bencana. Tidak hanya pemerintah, masyarakat juga diminta aktif berperan dalam pencegahan, termasuk tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah sembarangan serta menggunakan air secara bijak.

Data menunjukkan tren Indeks Risiko Bencana (IRB) Jawa Timur sempat mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021 tercatat 117,26, turun menjadi 108,69 di 2022, lalu 101,65 pada 2023, dan 95,75 di 2024. Namun, angka tersebut kembali naik menjadi 108,36 pada 2025.

Kenaikan ini, menurut Khofifah, dipengaruhi perubahan variabel hazard (bahaya) dan vulnerability (kerentanan) berdasarkan evaluasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Meski begitu, upaya penurunan risiko bencana tetap dilakukan secara konsisten setiap tahun.

Baca Juga: Nasib Produksi Pangan RI di Tengah Ancaman El Nino Godzilla, Masihkah Aman?

Jawa Timur sendiri termasuk wilayah dengan potensi bencana tinggi, mulai dari banjir, tanah longsor, gempa bumi, hingga kekeringan dan karhutla. Bahkan, sekitar 92 hingga 97 persen kejadian bencana pada periode 2022–2025 didominasi bencana hidrometeorologi.

“Respon kita tidak boleh biasa-biasa saja. Tidak hanya reaktif, tetapi harus cepat, terukur, dan berbasis data,” tegas Khofifah.

Memasuki 2026, dinamika bencana sudah terlihat signifikan. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, tercatat 121 kejadian bencana di Jawa Timur. Angin kencang mendominasi dengan 82 kejadian, disusul banjir sebanyak 27 kejadian yang berdampak pada puluhan ribu kepala keluarga.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau 2026 diperkirakan mulai terjadi pada Mei di sekitar 56,9 persen wilayah Jawa Timur. Puncaknya diprediksi berlangsung pada Agustus dengan cakupan hingga 70,9 persen wilayah, bahkan berpotensi meluas hingga 72,5 persen.

Durasi kemarau tahun ini juga diprediksi lebih panjang, yakni sekitar 220 hingga 240 hari di sejumlah zona musim. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tekanan kekeringan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kita akan menghadapi tekanan kekeringan yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. BMKG juga memprediksi adanya peningkatan dampak kekeringan pada 2026 dibanding 2025,” jelas Khofifah.

Di akhir pernyataannya, Khofifah mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dan mempercepat langkah antisipasi menghadapi potensi bencana yang semakin kompleks.

“Mari kita kuatkan sinergi, percepat langkah, dan pastikan Jawa Timur tetap aman, tangguh, dan produktif menghadapi musim kemarau 2026,” pungkasnya.

Editor : Hany Akasah
#jawa timur #khofifah #Khofifah Indah Parawansa #ELNINO