Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

RI Targetkan Bangun 14.000 Km Jalur Kereta Baru, Anggaran Tembus Rp 1.200 Triliun

Hany Akasah • Sabtu, 25 April 2026 | 11:05 WIB
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberikan keterangan pers.
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberikan keterangan pers.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan tengah menyiapkan cetak biru ambisius untuk memperluas konektivitas nasional. 

Menteri Koordinator (Menko) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan rencana penambahan dan reaktivasi jalur kereta api sepanjang 14.000 kilometer (km) di seluruh Indonesia.

Proyek strategis nasional ini diperkirakan akan menelan biaya fantastis mencapai Rp 1.200 triliun. Menurut AHY, pengembangan ini akan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu 20 tahun ke depan, dengan target penyelesaian pada tahun 2045.

Baca Juga: Amankan 150 Juta Barel Minyak Rusia, Impor dari AS Tetap Jalan

Fokus Wilayah: Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi

Dalam keterangan persnya di Stasiun Tanah Abang, Rabu (22/4/2026), AHY menjelaskan bahwa penambahan jalur ini tidak hanya berfokus di Pulau Jawa. 

Wilayah prioritas mencakup Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi guna menciptakan pemerataan logistik dan transportasi publik.

"Kita perlu membangun atau mengembangkan dan mereaktivasi kurang lebih 14.000 km. Dan itu tentu tidak bisa seketika, perlu proses jangka menengah dan jangka panjang," ujar AHY.

Baca Juga: Wisata Kebun Binatang Surabaya Diubah Lebih Modern dan Atraktif, Usung Konsep Night Zoo

Skema Pendanaan: Tidak Hanya Bergantung pada APBN

Mengingat besarnya anggaran yang dibutuhkan, yakni sekitar Rp 60-65 triliun per tahun hingga dua dekade mendatang, pemerintah tidak akan mengandalkan APBN semata. AHY menekankan pentingnya sinergi anggaran antara pusat (APBN) dan daerah (APBD).

Selain itu, skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta investasi swasta murni akan menjadi pilar utama pendanaan.

"Kita harapkan ada sumber-sumber keuangan kreatif lainnya," tambahnya. Meski demikian, AHY menggarisbawahi bahwa angka tersebut masih bersifat dinamis. Biaya pembangunan akan sangat bergantung pada kondisi geografis dan lingkungan di masing-masing wilayah proyek.

Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Sabtu 25 April 2026, Daging dan Minyak Turun

Editor : Hany Akasah
#Sumatra #jalur kereta api #sulawesi #ahy #kereta api