Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Bakal Jadi Raksasa Energi Baru, Airlangga Hartarto Ungkap Rencana Besar Nuklir RI

Hany Akasah • Kamis, 23 April 2026 | 08:35 WIB
ILUSTRASI: Menara pendingin (cooling tower) pembangkit listrik dengan latar langit biru.
ILUSTRASI: Menara pendingin (cooling tower) pembangkit listrik dengan latar langit biru.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Indonesia mulai serius menjajaki pengembangan energi nuklir sebagai pilar utama ketahanan energi nasional. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa keputusan strategis terkait pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) ditargetkan akan diambil pada tahun 2027.

Langkah ini diambil di tengah dinamika ekonomi global yang menuntut diversifikasi sumber energi baru dan terbarukan (EBT). Airlangga menegaskan, dibandingkan negara-negara lain di kawasan ASEAN, Indonesia secara teknis, regulasi, maupun pembiayaan telah berada di posisi yang jauh lebih siap.

Baca Juga: Rahasia Warren Buffett Hadapi Inflasi Inilah 3 Aset Investasi Paling Aman Menurut Sang Oracle of Omaha

"Pengembangan energi nuklir merupakan salah satu opsi strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Utamanya karena nuklir dapat berperan sebagai sumber *baseload* yang stabil untuk melengkapi energi fosil dan energi terbarukan lainnya," ungkap Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/4/2026).

Indonesia diketahui memiliki kekayaan sumber daya alam berupa uranium dan thorium yang melimpah. Cadangan ini tersebar di wilayah strategis, terutama di Bangka Belitung dan Kalimantan Barat. Potensi inilah yang menjadi modal kuat bagi Indonesia untuk memulai transisi energi menuju nuklir.

Pemerintah memproyeksikan operasional awal PLTN akan dimulai pada tahun 2032. Target ambisius pun ditetapkan, yakni mencapai kapasitas sekitar 7 gigawatt pada tahun 2040 sebagai bagian dari peta jalan mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

Baca Juga: 1.139 Pekerja Migran Dipulangkan, Mayoritas Berangkat Ilegal ke Malaysia dari Madura

Tak hanya mengandalkan teknologi konvensional, pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan teknologi *Small Modular Reactor* (SMR). 

Pengembangan PLTN ini nantinya akan diintegrasikan dengan kebutuhan sektor industri masa depan, termasuk *data center* dan smelter yang memerlukan pasokan energi bersih dalam skala besar.

"Oleh karena itu, penguatan infrastruktur kelistrikan, termasuk pengembangan smart grid dan konektivitas antarwilayah, menjadi sangat penting," tambah Airlangga.

Baca Juga: Bakal Meluncur 1 Juli, Pemerintah Bocorkan Skema Penetapan Harga B50

Meski fokus pada nuklir, pemerintah tetap mendorong percepatan energi terbarukan lainnya seperti energi surya (PLTS) melalui program dedieselisasi, guna memastikan kedaulatan energi nasional tetap terjaga dari hulu ke hilir.

Editor : Hany Akasah
#pltn #energi #airlangga hartarto #nuklir #Net zero emission