radarsurabayabisnis.id - Program Koperasi Merah Putih Surabaya resmi mulai bergulir dan menjadi sorotan sebagai upaya baru mendorong ekonomi masyarakat tingkat bawah. Dalam skema pelaksanaannya, Pemerintah Kota hanya menyiapkan lahan, sementara pembangunan fisik sepenuhnya dibiayai pemerintah pusat.
Wali Kota Eri Cahyadi memastikan bahwa saat ini sudah ada tiga lokasi yang disiapkan di Surabaya untuk pembangunan koperasi tersebut.
Baca Juga: Pemerintah Tekankan Tak Ada Jalur 'Ordal' dalam Rekrutmen Koperasi dan Kampung Nelayan Merah Putih
“Sudah ada tiga titik yang disiapkan. Nantinya akan digunakan untuk pembangunan Koperasi Merah Putih, kita tinggal menunggu proses lanjutan,” ujarnya, Selasa (21/4).
Namun, di balik rencana tersebut, persoalan keterbatasan lahan menjadi tantangan utama di Kota Pahlawan. Meski demikian, Pemkot tetap berupaya memenuhi syarat yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Yang membangun bukan Pemkot, anggarannya dari pusat. Kami hanya menyiapkan lahannya,” tegas Eri.
Lahan Minimal 400 Meter Persegi Jadi Syarat
Di tingkat kelurahan, Penjabat Lurah Medokan Semampir, Oky Yanuar Kusuma Atmaja, mengungkapkan bahwa setiap wilayah wajib menyediakan lahan aset minimal 400 meter persegi.
Baca Juga: Pakai APBN, Kopdes Merah Putih Dapat Mengakses Pinjaman Rp3 Miliar! Airlangga: Bakal Diawasi Ketat
“Kelurahan harus menyiapkan tanah aset minimal 400 meter persegi untuk pembangunan koperasi,” jelasnya.
Saat ini, proses pencarian lahan masih berlangsung. Namun, begitu lokasi tersedia, pembangunan dipastikan bisa berjalan cepat karena pendanaan berasal dari pemerintah pusat.
Dorong Ekonomi Warga, Harga Lebih Terjangkau
Kehadiran Koperasi Merah Putih digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Tidak hanya menyediakan layanan simpan pinjam, koperasi ini juga akan mengembangkan berbagai aktivitas ekonomi produktif warga.
Program ini diharapkan mampu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, membuka peluang usaha baru di tingkat kelurahan dan menggerakkan ekonomi berbasis komunitas.
Baca Juga: Penerima Bansos PKH Bakal Jadi Karyawan Kopdes Merah Putih, Begini Skemanya!
“Tujuannya agar ekonomi masyarakat bergerak, harga lebih terjangkau, dan peluang usaha semakin terbuka,” kata Oky.
Akan Terintegrasi dengan Koperasi yang Sudah Ada
Menariknya, konsep koperasi berbasis kelurahan sebenarnya sudah lebih dulu berjalan di Surabaya. Karena itu, Koperasi Merah Putih tidak akan berdiri sendiri, melainkan diharapkan terintegrasi dengan koperasi yang sudah ada.
Langkah ini dinilai penting agar ekosistem ekonomi lokal semakin kuat dan tidak berjalan secara terpisah.
Sinergi Pusat dan Daerah Jadi Kunci
Program ini juga menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah pusat menangani pembangunan dan pembiayaan, sementara pemerintah daerah fokus pada penyediaan lahan.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih di Surabaya Terkendala Lahan, Target 153 Gerai Baru 20 Gerai Terealisasi
Dengan skema tersebut, pembangunan Koperasi Merah Putih di Surabaya diharapkan bisa berjalan cepat dan segera memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Jika terealisasi optimal, koperasi ini berpotensi menjadi tulang punggung baru dalam memperkuat ekonomi warga di tingkat kelurahan.
Editor : Hany Akasah