RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah secara resmi mempercepat perencanaan proyek strategis Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di sepanjang pesisir Utara Jawa.
Proyek ini diproyeksikan menjadi benteng utama dalam menyelamatkan 60 persen kawasan industri nasional yang kini terancam oleh fenomena kenaikan permukaan air laut.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa urgensi proyek ini tidak hanya menyangkut infrastruktur fisik, tetapi juga keberlangsungan ekonomi dan keselamatan jiwa.
Baca Juga: Selama 15 Tahun Tim Cook, Apple Melejit 1000% Jadi Raksasa 4 Triliun Dolar
"Giant Sea Wall ini sangat strategis untuk menyelamatkan 60 persen kawasan industri dan lebih dari 30 juta penduduk. Jika program ini berjalan, setidaknya dua hal itu bisa kita amankan," ujar Brian usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Senin (20/4/2026).
Dalam implementasinya, pemerintah akan mengadopsi hasil penelitian dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia. Pola ini sebelumnya telah berhasil diterapkan pada pembangunan tanggul laut dalam proyek Tol Demak-Semarang.
Brian menambahkan, mulai pekan depan pihaknya akan mengundang sejumlah guru besar dan pakar konstruksi laut untuk memaparkan pemikiran teknis terkait pembuatan daratan dan reklamasi yang efisien.
Baca Juga: Purbaya Optimis Ekonomi Indonesia Bakal Tumbuh Hingga 6 Persen di 2026
"Kami akan berkoordinasi dengan Kepala Badan Otorita Tanggul Laut Indonesia untuk memastikan integrasi keahlian para pakar dalam proyek ini," lanjutnya.
Di sisi lain, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (Pantura), Didit Herdiawan Ashaf, menjelaskan bahwa meski pengerjaan ingin dipercepat, pemerintah tetap mengedepankan ketelitian dalam perencanaan pembangunan.
"Kami sedang mendalami lagi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan konstruksi. Belum ada target rinci untuk dimulainya pembangunan, namun arahnya adalah akselerasi dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara maksimal," jelas Didit.
Baca Juga: Pos Indonesia Ditarget Jadi Raksasa Logistik, BP BUMN Dorong Transformasi Besar
Proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi masalah lingkungan di Pantura, sekaligus memberikan kepastian bagi para investor yang memiliki basis produksi di kawasan industri Utara Jawa.
Editor : Hany Akasah