Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

PLN Akselerasi Transisi Energi, 21 Proyek PLTS Siap Eksekusi Demi Pangkas Impor BBM

Hany Akasah • Selasa, 14 April 2026 | 08:41 WIB
ILUSTRASI: Panel surya (PLTS) terapung milik PLN yang menjadi tulang punggung transisi energi hijau di Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
ILUSTRASI: Panel surya (PLTS) terapung yang menjadi tulang punggung transisi energi hijau di Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
RADAR SURABAYA BISNIS – PT PLN (Persero) mengumumkan kesiapannya untuk mengeksekusi 21 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan PLTS yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS).
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata perusahaan dalam menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan mempercepat transisi energi bersih di Indonesia.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa total kapasitas dari 21 proyek yang siap dieksekusi ini mencapai 513 Megawatt-peak (MWp). 
Baca Juga: Stok Menipis, Dirut Bulog Minta Pemerintah Tambah Jatah Distribusi Minyakita
Proyek-proyek tersebut ditargetkan mencapai tahap *Commercial Operation Date* (COD) secara bertahap mulai tahun 2026 hingga 2028.
"Di semester 1 ini sudah ada 21 proyek PLTS dan PLTS plus baterai yang siap dieksekusi. Ini adalah bagian dari program besar untuk mengurangi konsumsi BBM yang berbasis impor di sektor ketenagalistrikan," ujar Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Senin (13/4/2026).
Selain pembangunan pembangkit baru, PLN juga berencana mempensiunkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di 741 lokasi di seluruh Indonesia. 

Baca Juga: PHK 8.389 Orang di Awal 2026, Jawa Barat Paling Terdampak, Daerah Ini Malah Hampir Nol PHK

Tercatat ada sekitar 2.139 mesin diesel yang akan didekomisi guna digantikan oleh energi yang lebih murah dan ramah lingkungan.
Beberapa proyek strategis yang masuk dalam daftar eksekusi antara lain PLTS Terapung Gajah Mungkur di Jawa Tengah (100 MWp), PLTS Terapung Saguling di Jawa Barat (60 MWp), serta pengembangan PLTS di wilayah Jawa Timur seperti Bawean dan Banyuwangi.
Darmawan menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar transisi energi, melainkan pergeseran ekonomi. "Kita menggeser energi yang mahal (fosil) menjadi energi yang lebih murah dan terbarukan," pungkasnya.

Baca Juga: 10 Ribu Warga Antre Rusunami Surabaya, DPRD Khawatir Disalahgunakan, Ini Indikasinya

Editor : Hany Akasah
#jawa timur #plts #pln #bbm #listrik