RADAR SURABAYA BISNIS – Jakarta dinobatkan sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara pada tahun 2026 menurut laporan Global Residence Index.
Dengan perolehan skor 0,72, Jakarta hanya berada satu tingkat di bawah Singapura yang memimpin dengan skor 0,90. Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi dan daya tarik investasi di ibu kota.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan buah dari tingginya toleransi antarwarga dan karakter Jakarta sebagai kota global.
Baca Juga: Menko Pangan Dorong Hilirisasi Susu di Pujon, Targetkan Suplai Mandiri ke SPPG
"Sepanjang tahun ini, Jakarta menunjukkan wajahnya sebagai kota yang hidup dalam keberagaman melalui berbagai perayaan lintas agama dan budaya," ujarnya dalam acara Halal Bihalal Jakarta di Lapangan Fatahillah (11/4/2026).
Dampak Terhadap Sektor Bisnis dan Properti
Dalam kacamata bisnis, indeks keamanan adalah parameter krusial bagi investor asing. Keamanan yang terjamin berkorelasi langsung dengan rendahnya risiko operasional.
Keberhasilan Jakarta mengungguli kota-kota besar lain seperti Bangkok dan Kuala Lumpur diprediksi akan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap sektor properti, retail, dan hospitality.
Baca Juga: Industri Tertekan Geopolitik Global, Ini Cara Pemerintah Bendung Dampak Kenaikan Harga Plastik
Rano menambahkan bahwa kedewasaan warga dalam menjaga harmoni adalah kunci utama. Keamanan bukan lagi sekadar tugas aparat, melainkan kesadaran kolektif yang menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif.
Berdasarkan data Global Residence Index yang dirilis 16 Januari 2026, berikut adalah daftar 5 kota teraman di Asia Tenggara:
1. Singapura (0,90)
2. Jakarta, Indonesia (0,72)
3. Bangkok, Thailand (0,65)
4. Vietnam, Laos (0,61)
5. Hanoi, Vietnam (0,60)
Stabilitas ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi Jakarta sebagai pusat bisnis global di tengah persaingan kota-kota besar di Asia.
Baca Juga: Harga Bahan Pokok Fluktuatif, Telur Turun di Surabaya, Gresik, Sidoarjo
Editor : Hany Akasah