Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kabar Baik untuk Guru Surabaya, Eri Cahyadi Hapus Beban Administrasi Bulanan

Dimas Mahendra • Kamis, 9 April 2026 | 08:22 WIB
HALALBIHALAL: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersilaturahmi dengan para guru di Dispendik Surabaya.
HALALBIHALAL: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersilaturahmi dengan para guru di Dispendik Surabaya.

radarsurabayabisnis.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mulai mengubah arah kebijakan pendidikan di Kota Pahlawan. Fokusnya kini bukan lagi pada tumpukan administrasi, melainkan pada kualitas pembelajaran di kelas.

Dalam pertemuan halalbihalal bersama guru SMP negeri dan swasta di kantor Dinas Pendidikan Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan bahwa beban laporan guru harus segera dipangkas. Menurutnya, terlalu banyak laporan justru membuat guru kehilangan waktu untuk mendidik siswa.

Baca Juga: SIL Festival 2026, Cara Pemkot Surabaya Buka Lowongan Kerja dan Bawa UMKM Naik Kelas

“Jangan sampai waktunya guru habis hanya untuk membuat laporan. Tugas guru itu mendidik dan membentuk keilmuan anak-anak,” kata Eri Cahyadi, Selasa (8/4/2026).

Pernyataan itu langsung menjadi sorotan karena menyentuh persoalan yang selama ini banyak dikeluhkan guru, yakni beban administrasi yang dianggap terlalu berat.

Eri Cahyadi Minta Laporan Guru Diganti Sistem Digital

Sebagai langkah nyata, Eri Cahyadi meminta Dinas Pendidikan Surabaya segera mengganti sistem pelaporan manual menjadi digital. Dengan cara itu, guru tidak lagi harus menghabiskan banyak waktu untuk mengisi laporan bulanan.

Baca Juga: Nama Lesti Kejora Dicatut Giveaway Palsu, Rizky Billar Sampai Turun Tangan Temui Korban

Menurut Eri, sistem digital akan membuat proses pelaporan lebih cepat, efisien, dan tidak mengganggu tugas utama guru di sekolah.

“Ini harus diubah, jangan lagi manual. Harus pakai sistem digital,” tegasnya.

Kebijakan ini diprediksi menjadi angin segar bagi ribuan guru di Surabaya. Sebab, selama ini banyak guru mengaku waktu mereka lebih banyak tersita untuk administrasi dibanding menyiapkan materi pembelajaran.

Guru Diminta Fokus Mengajar dan Membentuk Karakter Siswa

Eri Cahyadi menilai peran guru jauh lebih penting daripada sekadar memenuhi target laporan bulanan. Menurutnya, guru seharusnya lebih fokus membangun karakter, membentuk keilmuan, dan menyiapkan generasi masa depan.

Ia menegaskan bahwa dari tangan para guru inilah akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan, mulai dari wali kota, gubernur, hingga presiden.

“Dari Panjenengan semua inilah akan lahir pemimpin masa depan, wali kota, gubernur, bahkan presiden,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa kualitas pendidikan Surabaya harus terus ditingkatkan, bukan hanya lewat kurikulum, tetapi juga dengan memberi ruang lebih besar bagi guru untuk benar-benar mengajar.

Eri Cahyadi Targetkan Inovasi Pendidikan Baru Muncul dalam 1 Bulan

Tak berhenti pada pengurangan beban administrasi, Eri Cahyadi juga menantang para kepala sekolah untuk melahirkan inovasi baru di dunia pendidikan.

Baca Juga: Nasib Produksi Pangan RI di Tengah Ancaman El Nino Godzilla, Masihkah Aman?

Ia meminta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) segera menyusun program konkret yang benar-benar bermanfaat bagi siswa.

Bahkan, Eri memberi target agar ide dan inovasi tersebut sudah bisa diwujudkan dalam waktu satu bulan.

“Ayo, ciptakan sesuatu yang baru. Digeber bareng, libatkan MKKS dan K3S untuk membuat program yang benar-benar bermanfaat bagi anak didik,” katanya.

Langkah ini dinilai bisa membuat Surabaya menjadi pelopor sistem pendidikan yang lebih modern dan ramah bagi guru.

Dispendik Surabaya Sambut Positif Kebijakan Baru

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Febrina Kusumawati, menyatakan dukungannya terhadap arahan Eri Cahyadi. Ia menilai kebijakan ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan para tenaga pendidik.

“Semoga ini menjadi sinergi luar biasa untuk kemajuan pendidikan di Surabaya,” ujar Febrina.

Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, Surabaya berpotensi menjadi kota pertama yang berhasil mengurangi beban administrasi guru secara besar-besaran dan mengembalikan fokus pendidikan pada hal yang paling penting: proses belajar siswa di kelas.

Editor : Hany Akasah
#walikota surabaya #dispendik surabaya #Ery Cahyadi #guru #K3S