radarsurabayabisnis.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menerapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari setiap pekan mulai pekan depan. Menariknya, WFH tidak dilakukan pada Jumat seperti wacana awal, melainkan setiap Rabu untuk menekan konsumsi BBM dan mencegah lonjakan mobilitas masyarakat.
Pemprov Jawa Timur menetapkan kebijakan WFH setiap hari Rabu sebagai langkah strategis dalam menjaga efisiensi energi di tengah dinamika global. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk menghindari potensi long weekend yang justru bisa meningkatkan penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Baca Juga: Filipina Darurat Energi, Indonesia Justru Aman! ESDM Ungkap Kondisi BBM dan LPG Indonesia Saat Ini
“Kalau Jumat WFH, ada kecenderungan jadi long weekend. Ini bisa membuat penggunaan BBM meningkat karena orang bepergian atau pulang kampung,” jelasnya.
Menurutnya, rata-rata jarak tempuh pegawai untuk perjalanan pulang-pergi ke kantor mencapai sekitar 28 kilometer per hari. Namun, jika terjadi long weekend, konsumsi BBM justru berpotensi meningkat akibat aktivitas perjalanan di luar kepentingan kerja.
Baca Juga: Dampak Blokade Selat Hormuz, Saudi Aramco Pangkas Pasokan Minyak ke Asia Mulai April 2026
Karena itu, penempatan WFH di tengah pekan dinilai sebagai solusi efektif untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas kerja dan pengendalian konsumsi energi. Pola kerja yang diterapkan adalah Senin dan Selasa bekerja di kantor, Rabu WFH, kemudian Kamis dan Jumat kembali bekerja secara maksimal.
Strategi Tekan BBM di Tengah Isu Energi Global
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa kebijakan ini juga merupakan bagian dari upaya antisipasi dampak konflik global, khususnya di kawasan Timur Tengah terhadap konsumsi energi nasional.
Baca Juga: Daftar 7 Kampus Terbaik di Jawa Timur 2026 Versi UniRank, Berikut Tips Memilih Kampus
Ia menjelaskan bahwa penerapan WFH pada hari Rabu bertujuan untuk menekan mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi konsumsi BBM. (mus/han)
“Kalau hari Jumat, dikhawatirkan justru mendorong work from anywhere ke tempat wisata. Tujuan kita kan mengurangi mobilitas dan konsumsi BBM,” ujarnya.
Dengan kebijakan ini, Pemprov Jawa Timur berharap dapat menjaga stabilitas konsumsi energi sekaligus memastikan produktivitas kerja tetap optimal tanpa memicu peningkatan perjalanan masyarakat.
Editor : Hany Akasah