radarsurabayabisnis.id - Proyek Tol Yogyakarta–Bawen semakin mendekati tahap realisasi besar. PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Jogja Bawen, resmi mengantongi fasilitas kredit sindikasi senilai Rp17,92 triliun.
Pendanaan ini menjadi kunci percepatan proyek jalan tol yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan total investasi mencapai Rp25,61 triliun.
Baca Juga: Kapan Harga BBM Naik? Menkeu Purbaya Bongkar Kekuatan APBN di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
Dukungan perbankan datang dari sejumlah lembaga besar seperti Bank Mandiri, Bank Central Asia, serta PT Sarana Multi Infrastruktur yang bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arrangers & Bookrunners (JMLAB).
Selain itu, pembiayaan sindikasi ini juga melibatkan Maybank Indonesia dan Bank BPD DIY.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menegaskan bahwa kepercayaan dari sektor perbankan menjadi fondasi penting untuk mempercepat pembangunan tol ini.
Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Tak Ada Kenaikan Tarif Listrik di Kuartal II 2026
Menurutnya, proyek Tol Yogyakarta–Bawen akan memberikan dampak besar terhadap konektivitas wilayah, khususnya dalam menghubungkan koridor strategis dari Yogyakarta menuju Semarang. Dengan terhubungnya jalur ini, mobilitas masyarakat dan distribusi logistik akan menjadi lebih efisien.
Hal senada disampaikan Direktur Utama PT JJB, A.J. Dwi Winarsa. Ia menyebut pencapaian financial close ini merupakan hasil kolaborasi panjang lintas sektor dan diharapkan menjadi awal yang baik untuk penyelesaian proyek sesuai target.
Fakta Tol Yogyakarta–Bawen:
Panjang total 75,82 kilometer
Total investasi Rp25,61 triliun
Target selesai akhir 2026
Masuk Proyek Strategis Nasional
Lokasi:
Jawa Tengah sepanjang 67,05 km
Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang 8,77 km
Terbagi dalam enam seksi:
Seksi 1 Yogyakarta – Banyurejo 8,80 km
Seksi 2 Banyurejo – Borobudur 15,26 km
Seksi 3 Borobudur – Magelang 8,08 km
Seksi 4 Magelang – Temanggung 16,46 km
Seksi 5 Temanggung – Ambarawa 22,56 km
Seksi 6 Ambarawa – Bawen 5,21 km
Proyek ini diproyeksikan menjadi penggerak utama konektivitas wilayah DIY dan Jawa Tengah. Selain mempercepat mobilitas, keberadaan tol ini juga membuka peluang besar bagi pengembangan kawasan ekonomi, pariwisata, serta investasi baru di sepanjang jalur tersebut.
Editor : Hany Akasah