Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Harga Baterai Merosot, Proyek PLTS 24 Jam Kini Menjadi Standar Baru Industri Global

Hany Akasah • Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:47 WIB

ENERGI BERSIH: Petugas membersihkan panel PLTS . Presiden instruksikan Danantara untuk mempelajari opsi-opsi pembiayaan pembangunan PLTS di beberapa desa di Indonesia.
ENERGI BERSIH: Petugas membersihkan panel PLTS . Presiden instruksikan Danantara untuk mempelajari opsi-opsi pembiayaan pembangunan PLTS di beberapa desa di Indonesia.

RADAR SURABAYA BISNIS – Industri energi terbarukan global kini memasuki babak baru. Penurunan drastis biaya teknologi baterai telah memicu perlombaan negara-negara maju dan perusahaan energi raksasa untuk menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang mampu beroperasi nonstop 24 jam.

Salah satu pemain utama dalam pergerakan ini adalah Masdar, perusahaan energi asal Uni Emirat Arab. Di Abu Dhabi, Masdar tengah menggarap proyek bertajuk Round-The-Clock (RTC). 

Proyek ambisius ini dirancang untuk menyuplai minimal 1 gigawatt (GW) listrik secara terus-menerus sepanjang hari, dengan memanfaatkan kapasitas penyimpanan baterai sebesar 19 gigawatt jam (GWh).

"Turunnya harga baterai menjadi faktor kunci yang membuat proyek ini layak secara ekonomi," ujar Ibraheem Almansouri, Direktur Teknik Masdar. Selain harga, peningkatan efisiensi dan umur pakai baterai turut mempercepat realisasi proyek skala besar ini.

Data dari lembaga riset energi Ember menunjukkan bahwa biaya penyimpanan baterai telah turun rata-rata 20% per tahun dalam sepuluh tahun terakhir. 

Saat ini, listrik tenaga surya dengan dukungan baterai diperkirakan dapat diproduksi dengan biaya rata-rata sekitar US$76 per megawatt jam (MWh) di luar pasar Amerika Serikat dan China.

Tren ini tidak hanya berhenti di Timur Tengah. Negara-negara seperti Uzbekistan, Kazakhstan, hingga Chile mulai mengadopsi teknologi serupa. 

Bahkan di wilayah Sub-Saharan Afrika, kombinasi panel surya dan baterai mulai menggeser penggunaan generator diesel yang mahal dan polutif.

Meskipun tantangan investasi awal masih tergolong tinggi, tren penurunan harga teknologi diprediksi akan terus berlanjut. Hal ini membuka peluang besar bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk mempercepat transisi energi menuju sumber yang lebih bersih, stabil, dan terjangkau.

Editor : Hany Akasah
#plts #Masdar #baterai #energi bersih #uae