Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

BRIN Ungkap Potensi Industri Satelit, Indonesia Siap Produksi Mandiri

Hany Akasah • Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:54 WIB

ILUSTRASI : Satelit nasional Indonesia yang sedang mengorbit bumi.
ILUSTRASI : Satelit nasional Indonesia yang sedang mengorbit bumi.

RADAR SURABAYA BISNIS – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong transformasi besar dalam ekosistem antariksa nasional. 

Indonesia kini tengah dipersiapkan untuk beralih peran dari negara pembeli (konsumen) menjadi produsen satelit guna memperkuat kemandirian teknologi dan menangkap peluang ekonomi di industri antariksa global.

Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) BRIN, Robertus Heru Triharjanto, menekankan bahwa ketergantungan pada teknologi luar negeri harus segera dikurangi. 

Menurutnya, nilai strategis terbesar dalam industri ini justru terletak pada negara-negara yang mampu memproduksi dan menyediakan layanan peluncuran.

"Indonesia masih lebih banyak berperan sebagai pembeli satelit, sementara nilai strategis terbesar justru berada pada negara produsen satelit dan penyedia layanan peluncuran," ujar Heru dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/3/2026).

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, para peneliti di Indonesia mulai mengembangkan komponen satelit secara mandiri. 

Beberapa teknologi kunci yang kini masuk dalam tahap pengembangan meliputi reaction wheel, star sensor, hingga sistem kamera satelit. 

Komponen-komponen ini merupakan bagian krusial dalam sistem navigasi dan observasi bumi. Heru menilai, kemampuan produksi mandiri akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. 

Selain memperkuat kedaulatan data, langkah ini membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan sektor industri, yang pada akhirnya dapat memicu lahirnya industri satelit nasional yang kompetitif.

"Program ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi peneliti muda dan mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam proses perancangan hingga pengujian satelit," tambahnya.

Optimisme ini bukan tanpa dasar. Indonesia telah memiliki fondasi sejak pengoperasian satelit LAPAN-A1 yang diluncurkan pada 2007 silam. 

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa sumber daya manusia Indonesia mampu bersaing di kancah teknologi tinggi.

Dengan penguatan riset dan kolaborasi berkelanjutan, Indonesia diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga mampu tampil sebagai pemain penting dalam rantai pasok industri antariksa global di masa depan.

Editor : Hany Akasah
#BRIN #antariksa #satelit #indonesia #teknologi