radarsurabayabisnis.id - Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI, Hanif Faisol Nurofiq, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Surabaya atas keberhasilannya dalam pengelolaan lingkungan hidup. Bahkan, ia menilai budaya kebersihan di Kota Pahlawan kini telah setara dengan kota-kota besar di dunia.
Pujian tersebut disampaikan Hanif saat menghadiri apel dan kerja bakti pengerukan Sungai Kalimas bersama ribuan warga, Jumat (6/3). Dalam kesempatan itu, ia secara khusus menyoroti kinerja Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang dinilai berhasil membangun sistem pengelolaan lingkungan yang kuat dan berkelanjutan.
Baca Juga: Kapan THR 2026 ASN Surabaya Cair? Ini Jadwalnya Menurut Pemkot Surabaya
“Wali Kota Surabaya, Bapak Eri Cahyadi, merupakan salah satu kepala daerah yang memiliki kinerja sangat baik dalam pengelolaan lingkungan hidup. Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya,” ujar Hanif.
Ribuan Warga Turun Bersih-bersih Sungai Kalimas
Menteri Hanif mengaku terkesan dengan tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan kerja bakti tersebut. Tercatat lebih dari 7.000 orang turut ambil bagian dalam kegiatan korve di delapan titik lokasi sepanjang Sungai Kalimas.
Baca Juga: Tradisi Buka Bersama Yamaha dan Radar Surabaya, Silaturahmi 15 Tahun yang Terus Terjaga
Lokasi kegiatan tersebar mulai dari kawasan Monumen Kapal Selam hingga kawasan Kampung Gemblongan. Ribuan peserta terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum.
Partisipasi besar ini dinilai menjadi bukti kuat bahwa budaya menjaga kebersihan di Surabaya tidak hanya digerakkan oleh pemerintah, tetapi telah menjadi gerakan bersama masyarakat.
Surabaya Sukses Kelola 1.800 Ton Sampah per Hari
Menurut Hanif, Surabaya menjadi salah satu kota besar di Indonesia yang mampu mengelola sampah dengan sangat baik. Dari total produksi sampah harian yang mencapai sekitar 1.800 ton, sebagian besar volumenya telah tertangani melalui sistem pengelolaan yang terintegrasi.
Baca Juga: Peraturan Baru, Setiap Rumah di Surabaya Wajib Punya Tandon Air Hujan, Ini Detailnya
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari penerapan sistem pengelolaan berbasis masyarakat yang dimulai dari tingkat rumah tangga. Warga didorong untuk melakukan pemilahan sampah secara konsisten sebelum dibuang atau diproses lebih lanjut.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Kompak Naik, Tembus Rp3,09 Juta, Berikut Daftar Harga Emas Hari Ini
“Pengelolaan sampah yang paling ideal memang dimulai dari rumah tangga, melalui pemilahan yang konsisten,” jelas Hanif.
PLTSa Benowo Jadi Andalan Energi dari Sampah
Hanif juga menyoroti keberhasilan Surabaya dalam mengoperasikan PLTSa Benowo yang mampu mengolah sampah menjadi energi listrik.
Pembangkit listrik tenaga sampah tersebut menjadi salah satu proyek percontohan nasional dalam program pengolahan sampah menjadi energi yang telah digagas pemerintah pusat sejak satu dekade terakhir.
Meski demikian, Hanif mengakui masih terdapat sekitar 800 ton sampah per hari yang menjadi pekerjaan rumah. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah pusat bersama Pemkot Surabaya tengah menyiapkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah tambahan.
Jika rencana tersebut terealisasi, Surabaya berpotensi memiliki dua fasilitas pembangkit listrik yang memanfaatkan sampah sebagai sumber energi.
Langit Biru Surabaya Jadi Bukti Kualitas Udara Terjaga
Selain pengelolaan sampah, Menteri Hanif juga menyoroti kualitas udara Surabaya yang dinilai masih cukup baik di tengah aktivitas ekonomi kota yang tinggi.
Ia menyebut masih terlihatnya langit biru di Surabaya menjadi indikator bahwa pengendalian emisi gas buang di kota ini berjalan cukup efektif.
“Kita masih bisa melihat langit biru di Surabaya. Ini menunjukkan bahwa di tengah aktivitas ekonomi yang tinggi, Surabaya masih mampu mengendalikan emisi gas buang,” ujarnya.
Eri Cahyadi Perkuat Budaya Bersih Lewat Kerja Bakti Rutin
Sementara itu, Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan bahwa kegiatan kerja bakti di Sungai Kalimas merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya kebersihan di Kota Surabaya.
Baca Juga: Pengusaha Optimistis Ekspor Furnitur Tembus USD 6 Miliar
Ia merinci sebanyak 5.316 peserta tersebar di delapan titik lokasi kegiatan, sementara 1.953 orang lainnya mengikuti apel dan kerja bakti di lokasi utama. Dengan demikian total partisipan mencapai 7.269 orang.
Menurut Eri, kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam mendorong transformasi pengelolaan sampah dari paradigma lama “kumpul–angkut–buang” menuju pengurangan sampah sejak dari sumbernya.
Baca Juga: Target Ekonomi 5,4%, Airlangga Hartarto Beberkan Strategi Mulai dari Stimulus Lebaran hingga Coretax
Ke depan, Pemerintah Kota Surabaya berencana menggelar kegiatan kerja bakti setiap hari Jumat sebagai gerakan berkelanjutan menjaga kebersihan kota. Program tersebut akan melibatkan berbagai elemen, mulai dari lingkungan pemerintahan, permukiman warga, ruang publik, hingga sektor usaha dan pendidikan.
Eri menegaskan bahwa menjaga kebersihan kota harus menjadi tanggung jawab bersama. Ia berharap ke depan tidak ada lagi warga yang membuang sampah sembarangan.
“Jika masih ada yang membuang sampah sembarangan, tentu akan ada sanksi sosial. Harapannya ke depan tidak ada lagi warga yang membuang sampah di sembarang tempat,” pungkasnya.
Editor : Hany Akasah