RADAR SURABAYA BISNIS – Upaya penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pilar ekonomi nasional terus digenjot melalui jalur pendidikan.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka pendaftaran Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) tahun 2026.
Program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi strategis pemerintah untuk memangkas kesenjangan ekonomi di wilayah Papua, daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), serta bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri.
Pendaftaran telah dibuka sejak 27 Februari 2026 dan akan berlangsung hingga 22 Mei 2026.
Program ini menargetkan siswa lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat, termasuk alumni program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Beasiswa ADik berperan dalam menciptakan tenaga kerja ahli yang diharapkan dapat kembali dan membangun ekosistem bisnis di daerah asal.
Dengan kualifikasi akademik yang lebih baik, para lulusan program ini diproyeksikan mampu mengisi posisi strategis di sektor industri lokal maupun nasional.
Proses seleksi dilakukan secara ketat melalui beberapa tahapan, mulai dari verifikasi data oleh Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAT), seleksi oleh kampus pelaksana, hingga penetapan penerima yang dijadwalkan pada 17 Juni 2026.
Bagi calon pendaftar, kelengkapan data administratif menjadi kunci utama.
Calon peserta diwajibkan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) yang valid sesuai data Dapodik Kemendikdasmen.
Pendaftaran dapat diakses secara mandiri melalui laman resmi https://adik.kemdiktisaintek.go.id atau melalui formulir daring di tautan bit.ly/adik2026-formulir.
Pemerintah mengimbau agar calon pendaftar segera melakukan koordinasi dengan pihak sekolah atau Dinas Pendidikan setempat untuk memastikan validitas data sebelum batas waktu berakhir.
Editor : Hany Akasah