Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

RI Gaspol Transisi Energi, PLTN Pertama Target Operasi 2032 Sasar Sumatra dan Kalimantan

Hany Akasah • Rabu, 4 Maret 2026 | 13:17 WIB

BERSIH: PLTN disebut-sebut sebagai energi baru yang murah, dan bisa dimanfaatkan untuk menguatkan sistem kelistrikan nasional
BERSIH: PLTN disebut-sebut sebagai energi baru yang murah, dan bisa dimanfaatkan untuk menguatkan sistem kelistrikan nasional

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Indonesia resmi menggeser paradigma energi nasional dengan menempatkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai pilar utama penyeimbang bauran energi demi mencapai target Net Zero Emission.

Melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, Indonesia menargetkan PLTN perdana sudah mulai menyuplai listrik pada tahun 2032.

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Dadan Kusdiana, mengungkapkan bahwa langkah awal ini akan dimulai dengan kapasitas 500 Mega Watt (MW).

Baca Juga: Banjir Donasi di Surabaya, Ribuan Keluarga Miskin Surabaya Terima Bantuan Ramadan, Ini Sebarannya

Fokus utama pemerintah saat ini tertuju pada dua wilayah strategis untuk penempatan unit perdana tersebut.

"Target RUPTL 2025-2034 adalah kapasitas awal 500 MW. Ini akan disebarkan secara strategis, apakah di sistem kelistrikan Sumatra atau Kalimantan," ujar Dadan dalam workshop terkait Small Modular Reactor (SMR) di Jakarta, Selasa (3/3).

Indonesia memilih untuk mendorong pengembangan teknologi Small Modular Reactor (SMR) dibandingkan reaktor skala besar tradisional.

Baca Juga: Posko Pengaduan THR di Surabaya, Alamat dan Kontak Whatsappnya, Tidak Hanya Menerima Laporan Pelanggaran

Pilihan ini diambil karena karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.
Teknologi SMR dinilai lebih fleksibel untuk ditempatkan di daerah terpencil maupun diintegrasikan ke

dalam jaringan listrik regional yang lebih kecil, seperti kawasan industri.
Hal ini diharapkan dapat memberikan solusi energi yang lebih efisien dan merata di seluruh pelosok negeri.

Dalam peta jalan transisi energi, ambisi nuklir Indonesia tidak berhenti di angka 500 MW. Pemerintah berencana meningkatkan kapasitas hingga total 44 Giga Watt (GW) pada tahun 2060.

Baca Juga: Ini Resiko Berangkat Umrah Ditengah Perang Iran, Ribuan Jemaah Jatim Masih di Tanah Suci

Dari total tersebut, 35 GW akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional, sementara 9 GW sisanya akan didedikasikan khusus untuk mendukung produksi hidrogen nasional yang direncanakan mulai berjalan pada 2045.

Meski ambisius, Dadan menegaskan bahwa pemilihan lokasi tetap akan mengedepankan standar keamanan dan lingkungan yang paling ketat.

Editor : Hany Akasah
#pltn #Dadan Kusdiana #nuklir #dewan energi nasional #teknologi