radarsurabayabisnis.id - Aksi tak bertanggung jawab kembali terjadi. Mengenaskan, sandaran kursi besi di Pedestrian Surabaya dicuri, tepatnya di depan Taman Makam Pahlawan Mayjen Sungkono, Jalan Mayjen Sungkono. Fasilitas umum (fasum) tersebut kini dalam kondisi memprihatinkan setelah bagian sandarannya hilang.
Pantauan di lokasi, kursi besi yang biasanya digunakan warga untuk duduk itu tampak tak lagi utuh. Bahkan, keempat kaki penyangganya terlihat tidak kokoh dan berpotensi membahayakan pengguna.
Sandaran Kursi Besi di Pedestrian Surabaya Dicuri, Diduga Hilang Sejak Dua Bulan Terakhir
Salah satu penjaga TMP Mayjen Sungkono, Ahmad, mengatakan sekitar dua bulan lalu kursi tersebut masih dalam kondisi lengkap. Namun belakangan, sandaran kursi sudah tidak ada.
Baca Juga: Pulang Kampung Tanpa Biaya? Pendaftaran Mudik Gratis Radar Surabaya 2026 Langsung Diserbu Warga
“Biasanya dibuat duduk-duduk (orang). Tapi kami juga tidak tahu kapan hilangnya,” ujar Ahmad, Kamis (26/2).
Menurutnya, pihak penjaga makam tidak mengetahui pasti apakah sandaran tersebut terlepas sendiri atau benar-benar dicuri. Area makam sendiri dijaga setiap hari dengan sistem shift pagi, siang, hingga malam.
Sering Dipakai Warga dan Pengguna Jalan
Ahmad menjelaskan, kursi besi di pedestrian tersebut kerap dimanfaatkan warga untuk menunggu ojek maupun sekadar beristirahat. Tak jarang pula pasangan muda-mudi duduk di area tersebut.
Petugas makam, lanjutnya, rutin menegur jika ada aktivitas yang dianggap mengganggu ketertiban dan kenyamanan.
Baca Juga: Awas Macet! KAI Mulai Perbaiki 3 Perlintasan Kereta di Jemursari, Jagir dan Margorejo, Ini Jadwalnya
“Ya, supaya pindah dari sini, demi keamanan serta kenyamanan,” terangnya.
Polisi Belum Terima Laporan
Saat dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Dukuh Pakis Iptu Gogot Purwanto menyebut hingga kini belum ada laporan resmi terkait hilangnya sandaran kursi tersebut.
“Belum,” ujarnya singkat.
Peristiwa mengenaskan, sandaran kursi besi di Pedestrian Surabaya dicuri ini menambah daftar vandalisme dan pencurian fasilitas umum di Kota Pahlawan. Warga berharap ada perbaikan sekaligus pengawasan lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Editor : Hany Akasah