Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Atap Sekolah SMPN 1 Gedangan Ambruk, 35 Siswa Nyaris Jadi Korban: Bupati Perintahkan Gunakan Dana BTT

Hany Akasah • Selasa, 24 Februari 2026 | 16:23 WIB

Bupati Sidoarjo Subandi langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Selasa (24/2). Ia datang bersama jajaran DPRD, Dinas Pendidikan, BPBD, hingga Inspektorat untuk memastikan penanganan darurat.
Bupati Sidoarjo Subandi langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Selasa (24/2). Ia datang bersama jajaran DPRD, Dinas Pendidikan, BPBD, hingga Inspektorat untuk memastikan penanganan darurat.

radarsurabayabisnis.id - Insiden atap sekolah ambruk kembali menjadi sorotan. Ruang kelas 9B di SMPN 1 Gedangan roboh pada Jumat (20/2), memicu kekhawatiran soal keselamatan siswa dan kondisi bangunan sekolah yang menua.

Beruntung, 35 siswa berhasil dievakuasi sebelum atap runtuh. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Baca Juga: Mudik Gratis Pemprov Jatim 2026 Dibuka, Tersedia Juga Angkut Sepeda Motor Gratis, Simak Cara Daftar dan Rutenya

Menanggapi peristiwa itu, Bupati Sidoarjo Subandi langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Selasa (24/2). Ia datang bersama jajaran DPRD, Dinas Pendidikan, BPBD, hingga Inspektorat untuk memastikan penanganan darurat tidak terhambat birokrasi.

Baca Juga: Harga Emas Antam Tembus Rp 3,068 Juta per Gram, Naik Rp 40 Ribu Hari Ini

“Kalau kita menunggu Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), waktunya panjang. Anak-anak butuh sekolah yang aman sekarang,” tegasnya.

Baca Juga: Misteri Asal-Usul Nama “Dukuh” di Banyak Wilayah Surabaya Ternyata Simpan Jejak Kuno Era Majapahit

Dana Darurat Disiapkan untuk Renovasi Cepat

Untuk mempercepat renovasi sekolah rusak, Pemkab menyiapkan penggunaan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Langkah ini diambil agar perbaikan bisa dilakukan segera tanpa menunggu proses anggaran yang memakan waktu.

Baca Juga: Lowongan BPJS Kesehatan Cari Pegawai Administrasi PATT 2026, Cek Syarat D3/S1 dan Cara Daftarnya

Rencana perbaikan tidak hanya mengganti rangka atap yang lapuk akibat usia dan rayap, tetapi juga peninggian lantai guna mengantisipasi banjir saat hujan deras. Rangka kayu akan diganti menggunakan baja ringan agar lebih tahan lama.

“Kita ingin sekali kerja. Atap diperbaiki, lantai ditinggikan. Yang penting anak-anak bisa belajar dengan aman,” ujar Subandi.

Baca Juga: Breaking News: Nilai Mata Uang Tukar Rupiah Melemah ke Rp 16.805 per Dolar AS

Kondisi Gedung Sudah Tua

Kepala SMPN 1 Gedangan, Aris Setiawan, mengungkapkan tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah terlihat sejak dua bulan lalu. Kayu penyangga bagian wuwung diketahui rapuh dimakan rayap. Usia gedung yang lebih dari 15 tahun serta intensitas hujan lebat mempercepat kerusakan.

Saat ini, siswa kelas 9B dipindahkan sementara ke Laboratorium IPA. Namun kekhawatiran muncul karena ruang kelas lain juga menunjukkan gejala serupa.

Meski proses belajar tetap berjalan, penggunaan laboratorium sebagai ruang kelas dinilai bukan solusi ideal dalam jangka panjang.

Alarm Nasional Keselamatan Sekolah

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kondisi infrastruktur sekolah di berbagai daerah perlu perhatian serius. Insiden ruang kelas ambruk bukan hanya soal kerusakan bangunan, tetapi menyangkut keselamatan generasi muda.

Langkah cepat penggunaan dana darurat diharapkan menjadi solusi agar proses belajar mengajar tidak terganggu dan siswa bisa kembali belajar dengan rasa aman.

Editor : Hany Akasah
#subandi mimik #sekolah ambruk #bupati sidoarjo #smpn 1 sidoarjo