Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Misteri Asal-Usul Nama “Dukuh” di Banyak Wilayah Surabaya Ternyata Simpan Jejak Kuno Era Majapahit

Hany Akasah • Selasa, 24 Februari 2026 | 16:02 WIB

Terungkap! Misteri Asal-Usul Nama “Dukuh” di Surabaya, Jejak Desa Kuno Penopang Kota Metropolitan
Terungkap! Misteri Asal-Usul Nama “Dukuh” di Surabaya, Jejak Desa Kuno Penopang Kota Metropolitan

radarsurabayabisnis.id - Banyak warga mungkin tak pernah bertanya, mengapa sejumlah wilayah di Surabaya diawali dengan nama “Dukuh”. Sebut saja Dukuh Menanggal, Dukuh Pakis, Dukuh Kupang, hingga Dukuh Setro.

Baca Juga: Mudik Gratis Pemprov Jatim 2026 Dibuka, Tersedia Juga Angkut Sepeda Motor Gratis, Simak Cara Daftar dan Rutenya

Ternyata, asal-usul nama Dukuh di Surabaya menyimpan jejak sejarah panjang yang berkaitan dengan lahirnya Kota Pahlawan itu sendiri.

Pegiat sejarah Surabaya, Nur Setiawan, mengungkapkan bahwa Surabaya pada awalnya hanyalah sebuah desa yang berada di tepi sungai. Fakta itu tercatat dalam Prasasti Canggu dan manuskrip Negarakertagama pada masa pemerintahan Majapahit sekitar abad ke-14.

Baca Juga: Harga Emas Antam Tembus Rp 3,068 Juta per Gram, Naik Rp 40 Ribu Hari Ini

“Karena bermula dari sebuah desa lalu berkembang menjadi kota besar bertitel metropolitan, Surabaya ditopang oleh ratusan kampung dan dukuh. Dari sinilah kota ini lahir,” jelas sejarawan yang akrab disapa Wawan.

Baca Juga: Lowongan BPJS Kesehatan Cari Pegawai Administrasi PATT 2026, Cek Syarat D3/S1 dan Cara Daftarnya

Dukuh, Jejak Desa Kuno yang Masih Bertahan

Menurut Wawan, kata “Dukuh” merujuk pada desa atau wilayah hunian masyarakat lokal. Pada masa kolonial, orang Belanda menyebut permukiman Bumiputera sebagai “dukuh” atau “kampoeng”, yang berasal dari kata “kamp” berarti barak atau tempat hunian.

Baca Juga: Breaking News: Nilai Mata Uang Tukar Rupiah Melemah ke Rp 16.805 per Dolar AS

Identitas dukuh inilah yang kemudian melekat kuat dalam struktur wilayah Surabaya. Bahkan hingga kini, nama Dukuh tetap dipertahankan secara administratif.

“Dahulu luasan dukuh setingkat kelurahan. Sekarang rata-rata setara RW karena mengalami pemekaran. Tapi namanya masih digunakan,” ujarnya.

Baca Juga: Bangkitkan Ekonomi Lokal, Kampoeng Koeno Bangilan Pasuruan Resmi Jadi Destinasi Wisata Heritage Baru

Bukti Surabaya Tak Lahir Seketika

Penggunaan nama Dukuh di berbagai kelurahan menjadi bukti bahwa Surabaya tidak muncul begitu saja sebagai kota metropolitan. Kota ini tumbuh dari perkampungan-perkampungan kecil yang menjadi fondasi awal perkembangan wilayah.

Baca Juga: Rumahkan Ratusan Tenaga Kerja, PT KAS Akui  Kebutuhan Produksi di Pasar Menurun

Jejak pedukuhan itu masih terasa hingga kini, menghiasi sudut-sudut Surabaya modern yang dipenuhi gedung tinggi dan pusat bisnis.

Asal-usul nama Dukuh di Surabaya bukan sekadar penamaan wilayah, melainkan penanda sejarah bahwa Kota Pahlawan berdiri di atas akar tradisi kampung dan pedukuhan yang telah ada sejak ratusan tahun lalu.

Editor : Hany Akasah
#Surabaya Kota Lama #misteri surabaya #Surabaya Tempo Dulu #sejarah Surabaya