RADAR SURABAYA BISNIS - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengungkap Freeport akan menambah investasinya dalam 20 tahun kedepan.
Ini juga ada kaitannya dengan prngelolaan minerak kritis.
Rosan mengatakan, hal itu jadi peluang pasca penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) olehnya, Freeport-McMoran dan PT Freeport Indonesia.
"Kemarin juga sudah ditandatangani kesepakatan MoU antara Freeport dan juga Pemerintah Indonesia dalam hal ini kami mewakili atas mandat yang diberikan kepada kami," kata Rosan dalam konferensi pers daring, Jumat (20/2/2026).
Diketahui, itu merujuk pada Memorandum of Agreement tentang Critical Mineral, ditandatangani oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani dan President & CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk dan President Director PT Freeport Indonesia Tony Wenas. Ini jadi bagian dari 11 MoU yang diteken.
Rosan menjelaskan, melalui MoU ini, Freeport bisa menambah investasi senilai USD 20 miliar atau setara Rp 337,6 triliun (kurs Rp 16.884) dalam jangka 20 tahun kedepan.
"Pihak Freeport bisa meningkatkan investasinya kurang lebih dalam 20 tahun ke depan nilainya itu 20 miliar dolar dan ini juga akan memberikan dampak yang positif kepada, baik dari segi penerimaan pajak dan yang lain-lainnya," ungkapnya.
"Oleh sebab itu ini tentunya akan ditindaklanjuti sehingga akan menjadi definitive agreement dalam waktu yang tidak lama," imbuh Rosan. (nis/opi)
Editor : Nofilawati Anisa