Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Targetkan Efisiensi, Pemerintah Uji Teknologi Olah Sampah Jadi Material Konstruksi

Hany Akasah • Jumat, 13 Februari 2026 | 15:49 WIB
ILUSTRASI: Warga sedang memilah sampah botol plastik.
ILUSTRASI: Warga sedang memilah sampah botol plastik.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) resmi memulai uji coba program pengolahan sampah inovatif di tingkat kelurahan dan desa pada tahun ini. 

Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk menekan beban logistik pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menciptakan nilai tambah ekonomi dari limbah.

Mendikti Saintek, Brian Yuliarto, menyatakan bahwa program ini akan menyasar kapasitas pengolahan sekitar 10 ton sampah per hari di setiap lokasi. 

Angka tersebut dinilai ideal untuk menangani rata-rata produksi sampah harian di tingkat kelurahan secara langsung di sumbernya.

"Kita berharap tahun ini sudah bisa diuji coba di beberapa wilayah. Targetnya adalah menyelesaikan masalah sampah tanpa harus membuangnya jauh-jauh, sehingga penanganan lebih cepat dan efisien," ujar Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Berbeda dengan program waste-to-energy yang berfokus pada produksi listrik, teknologi yang disiapkan untuk level kelurahan ini lebih ditekankan pada hilirisasi menjadi material konstruksi. 

Sampah akan diproses menggunakan berbagai metode teknologi mutakhir yang sedang dikaji, seperti gasifikasi, plasma-assisted, hingga plasma dingin.

Hasil akhir dari proses pengolahan ini adalah material berupa pasir atau debu yang memiliki nilai guna industri. 

Material tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran semen untuk pembuatan trotoar, batako, dan infrastruktur pendukung lainnya.

Secara bisnis, skema desentralisasi pengolahan sampah ini diproyeksikan mampu memangkas biaya mobilisasi armada pengangkut sampah secara signifikan. 

Dengan mengolah sampah di wilayah setempat, pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran transportasi ke pengembangan infrastruktur hijau yang lebih produktif.

Pemerintah saat ini tengah melakukan asesmen mendalam untuk menentukan metode teknologi mana yang paling efektif, aman, dan memiliki biaya operasional yang paling kompetitif untuk diterapkan secara massal di berbagai wilayah Indonesia.

Editor : Hany Akasah
#logistik #tpa #pengelolaan sampah #teknologi #kontruksi