RADAR SURABAYA BISNIS – Industri telekomunikasi Indonesia memasuki babak baru dengan hadirnya inovasi paket kuota prabayar yang tidak lagi hangus, atau yang dikenal dengan istilah kuota rollover.
Langkah ini diambil para operator seluler sebagai respons atas tuntutan konsumen yang menginginkan fleksibilitas lebih dalam penggunaan data internet.
Pengamat telekomunikasi, Agung Harsoyo, menilai tren ini merupakan bentuk penyesuaian industri terhadap dinamika perilaku pengguna saat ini.
Menurutnya, konsumen kini lebih selektif dan menginginkan masa aktif kuota yang sejalan dengan masa aktif kartu atau paket yang dibeli.
"Paket kuota rollover yang saat ini dikeluarkan merupakan jawaban operator seluler untuk mengikuti dinamika kebutuhan konsumen," ujar Agung yang juga merupakan Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, Minggu (8/2/2026).
Jika menilik ke belakang, layanan seluler di Indonesia bermula dengan skema pascabayar bertarif pay-as-you-use.
Seiring waktu, layanan prabayar muncul namun sempat dinilai mahal karena berbasis pemakaian.
Kondisi tersebut memicu lahirnya paket dengan batas waktu (kuota volume base) yang bertahan cukup lama di pasar.
Kini, dengan adanya kuota rollover, sisa data yang tidak habis pada periode sebelumnya tidak lagi terbuang percuma, melainkan dapat digunakan kembali selama paket dalam masa aktif.
Meski menawarkan kemudahan, Agung mengingatkan bahwa industri ini berada di bawah pengawasan ketat regulator.
Setiap produk baru harus tetap mengedepankan transparansi informasi, termasuk syarat dan ketentuan yang berlaku.
Ia menyarankan agar masyarakat tetap cermat dalam memilih paket yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
Di sisi lain, operator didorong untuk lebih masif melakukan sosialisasi agar manfaat produk ini tersampaikan dengan jelas kepada pelanggan.
"Mungkin operator juga kurang sosialisasi produknya. Sehingga harus dilakukan lebih masif lagi agar pelanggan terinfo," pungkasnya.
Editor : Hany Akasah