radarsurabayabisnis.id - Proses revitalisasi Eks Gedung Hi-Tech Mal di THR Surabaya dikebut oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Bangunan yang lama terbengkalai ini akan disulap menjadi pusat kreativitas, teknologi, hingga olahraga modern bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Saat ini, tahap awal revitalisasi difokuskan pada perbaikan basement dan lantai dasar. Pembenahan meliputi fasad gedung, pilar-pilar bangunan, serta struktur utama yang sudah lama tidak digunakan.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing Hari Ini, Kamis, 5 Februari 2026
Arahan Langsung Wali Kota Surabaya
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Kristian, menyebut revitalisasi ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
“Pak Wali rutin turun langsung ke lokasi. Tujuannya agar kawasan ini kembali hidup dan bisa dimanfaatkan anak-anak muda. Kami juga melibatkan berbagai OPD serta komunitas,” ujar Iman, Kamis (5/2).
Sejumlah instansi turut dilibatkan, seperti Disbudporapar, BPKAD, Brida, hingga komunitas kreatif dan kepemudaan.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Drastis hingga Rp 102.000 per Gram, Berikut Daftar Lengkapnya
Usung Konsep Science, Creative, and Technology Hub
Dalam pengembangannya, eks Hi-Tech Mal akan mengusung konsep Science, Creative, and Technology Hub. Konsep ini diharapkan menjadikan kawasan THR sebagai pusat riset, inovasi, dan industri kreatif berbasis teknologi informasi.
“Harapannya, kawasan ini menjadi pusat sains, kreativitas, dan teknologi,” jelas Iman.
Pemkot Surabaya juga menggandeng berbagai institusi pendidikan dan riset, seperti:
-
Universitas Ciputra (Apple University)
-
ITS dengan dukungan Microsoft
-
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Coworking Space hingga Rumah Bahasa Pindah ke Hi-Tech Mal
Sebagai penguatan ekosistem kreatif, KORIDOR Coworking & Creative Space akan dipindahkan dari Gedung Siola ke eks Hi-Tech Mal.
Selain itu, Rumah Bahasa dari Balai Pemuda juga ikut dipindahkan dan dilengkapi fasilitas perpustakaan modern.
Berbagai organisasi kepemudaan seperti:
-
Komunitas Cak & Ning
-
KONI dan KORMI
-
Karang Taruna
juga akan berkantor di kawasan ini.
“Konsep besarnya adalah menjadikan eks Hi-Tech Mal sebagai self improvement center bagi masyarakat, khususnya anak muda Surabaya,” tambah Iman.
Target Operasi Mei 2026
Revitalisasi dilakukan secara bertahap karena kondisi bangunan yang sudah lama terbengkalai. Tahap awal mencakup basement, lantai dasar, dan lantai tiga. Lantai satu dan dua akan menyusul.
Pemkot menargetkan tahap awal operasional dimulai pada Mei 2026.
Pembagian Fungsi Setiap Lantai
Secara keseluruhan, gedung eks Hi-Tech Mal memiliki lima lantai dengan fungsi sebagai berikut:
Basement
-
Toko modern
-
Food court
-
Multifunction hall untuk komunitas
Lantai Dasar
-
Toko IT
-
Area F&B dan coffee shop
Lantai 1 & 2
-
Kantor organisasi kepemudaan
-
Studio musik
-
Pusat industri kreatif
Lantai 3
-
Immersive space
-
Ruang audio visual interaktif
-
Area pameran dan pertunjukan seni
Selain itu, fasilitas olahraga seperti lapangan padel, billiard, hingga pemanfaatan bekas bioskop sebagai teater film karya sineas lokal juga akan dihadirkan.
Kawasan THR Disiapkan Jadi Destinasi Baru
Di bagian belakang kawasan, Surabaya Expo Center (SBEC) sudah aktif sebagai magnet baru masyarakat. Sementara bekas kolam renang dialihfungsikan menjadi lapangan mini soccer dan fasilitas olahraga lainnya.
Dengan konsep terpadu tersebut, Pemkot Surabaya optimistis kawasan eks Hi-Tech Mal akan kembali hidup sebagai:
-
Ruang publik modern
-
Pusat kreativitas
-
Destinasi keluarga
-
Ikon baru anak muda Surabaya
Revitalisasi ini diharapkan mampu menghidupkan kembali kawasan THR sebagai jantung aktivitas kreatif Kota Pahlawan.
Editor : Hany Akasah