RADAR SURABAYA BISNIS – Era di mana pusat perbelanjaan atau mall hanya dianggap sebagai deretan toko ritel telah resmi berakhir.
Memasuki kuartal pertama tahun 2026, industri properti komersial di Indonesia menunjukkan pergeseran fundamental.
Mall kini bertransformasi menjadi "Third Space" atau ruang ketiga—sebuah ekosistem yang menggabungkan fungsi sosial, kesehatan, hingga produktivitas dalam satu atap yang mengedepankan pengalaman (experience) dan kesehatan (wellness).
Baca Juga: Sinyal Makin Kuat, Kementerian Komdigi Targetkan Desa Terpencil Tercover 4G Tahun Ini
Jika sepuluh tahun lalu anchor tenant (penyewa utama) sebuah mall adalah departemen store besar, kini peta kekuatan telah berubah.
Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, menegaskan bahwa perubahan ini adalah respons terhadap pergeseran perilaku konsumen.
Mal mau tidak mau harus menjadi tempat yang enak buat nongkrong. Tempat yang bisa melakukan kegiatan olahraga dan sosialisasi. Jadi bukan sekadar tempat belanja saja. Konsep experience kini makin dominan," jelas Ferry.
Baca Juga: Dukung Stabilitas Pasar Modal, BCA Siap Buyback Saham Maksimal Rp 5 Triliun
Tiga Pilar Baru Transformasi Mall Perubahan ini didorong oleh tiga tren utama yang kini menjadi standar baru bagi pengelola pusat perbelanjaan.
1. Wellness & Health Centers (Medical Mall)
Kini bukan hal aneh menemukan klinik spesialis, pusat kebugaran premium, hingga laboratorium diagnostik di dalam mall.
Integrasi layanan kesehatan memudahkan pengunjung melakukan check-up sambil menunggu jadwal makan siang.
Baca Juga: Masih Temukan MinyaKita Dijual di Atas HET, Ini Tindakan Tegas Kepala Bapenas
2. Hub Produktivitas (Co-working & Satellite Office)
Pasca tren hybrid work yang permanen, banyak korporasi menyewa flexible space di dalam mall.
Fasilitas pendukung seperti akses internet berkecepatan tinggi dan soundproof pod menjadi daya tarik bagi pekerja profesional.
3. Entertainment & Edutainment Berbasis Teknologi
Pemanfaatan Virtual Reality (VR) park, museum digital interaktif, hingga kursus keterampilan singkat menjadi magnet bagi generasi muda dan keluarga untuk menghabiskan waktu lebih lama (dwell time).
Baca Juga: Kapan Kesepakatan Tarif RI-AS Diteken Prabowo-Trump? Berikut Penjelasan Airlangga Hartarto
Salah satu representasi nyata dari transformasi ini adalah Summarecon Mall Bekasi (SMB) 2 yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 4 Februari 2026.
Mall ini mengusung tema lifestyle dan experiential yang dirancang sebagai ruang hidup urban dengan konsep unik: 'Workout, Shop, Eat, Repeat'.
Pergeseran fungsi mall juga mengubah peta tenant atau penyewa. Selain brand gaya hidup seperti Coach, Sephora, Maison Margiela, dan Nitori, mall masa kini memberikan ruang luas bagi brand olahraga premium seperti HOKA, Wilson, Salomon, dan Saucony sebagai magnet bagi komunitas aktif.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing Hari Ini, Jumat, 30 Januari 2026
Sisi kuliner pun kini lebih variatif, mulai dari premium dining seperti Teras by Plataran dan Haidilao, hingga tempat bersantai seperti Strada Coffee dan The RR Chocolate.
Transformasi tempat perbelanjaan mall ini tidak hanya sekedar menambahkan fasilitas, tapi juga sebuah elaborasi baru.
Mall masa depan menawarkan perjalanan konsumen yang utuh—sebuah destinasi gaya hidup yang menyatu dalam rutinitas harian masyarakat urban.
Editor : Hany Akasah