Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Siap Groundbreaking Tahun Ini, Wamen PU Bongkar Sumber Dana Proyek Giant Sea Wall Jakarta

Hany Akasah • Sabtu, 24 Januari 2026 | 13:01 WIB
DIBANGUN: Tanggul laut di Jakarta akan menjadi bagian dari proyek perlindungan pesisir terpadu guna mengantisipasi kenaikan permukaan air laut.
DIBANGUN: Tanggul laut di Jakarta akan menjadi bagian dari proyek perlindungan pesisir terpadu guna mengantisipasi kenaikan permukaan air laut.

RADAR SURABAYA BISNIS – Rencana besar perlindungan pesisir Jakarta memasuki babak baru. Pemerintah telah menetapkan jadwal groundbreaking mega proyek Giant Sea Wall (GSW) atau Tanggul Laut Raksasa pada September 2026. 

Proyek yang membentang di sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura) ini kini memiliki kejelasan mengenai pembagian tugas dan sumber pendanaan awal.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU), Diana Kusumastuti, mengungkapkan bahwa untuk tahap awal, pembangunan GSW Jakarta akan memanfaatkan anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Anggarannya bermacam-macam, tapi kalau yang dalam waktu dekat mungkin dari anggaran DKI," ujar Diana usai Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, dikutip Selasa (20/1/2026).

Meskipun terdapat berbagai skema pendanaan yang disiapkan ke depannya, alokasi dari APBD DKI menjadi motor penggerak utama untuk memastikan proyek dapat dimulai tepat waktu sesuai target September 2026.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam mengemban tanggung jawab yang lebih besar. 

Porsi pembangunan tanggul yang dikerjakan oleh Jakarta kini meningkat menjadi 19 kilometer (km), bertambah dari rencana sebelumnya yang hanya 12 km.

"Mau 12 (kilometer), mau 19 (kilometer) Jakarta akan mengerjakan. Tetapi kapan dimulainya, rencananya groundbreaking-nya itu mulai bulan September tahun ini," kata Pramono.

Berbeda dengan proyek infrastruktur konvensional, tahap awal GSW akan menitikberatkan pada penguatan ekosistem pesisir.

Diana Kusumastuti menjelaskan bahwa fokus pembangunan akan diarahkan pada beberapa sektor. Mulai dari kawasan nelayan untuk memastikan keberlangsungan hidup dan ekonomi komunitas nelayan setempat.

Penanaman mangrove sebagai penguatan ekosistem pesisir melalui langkah-langkah berbasis alam juga turut digarap. 

Pelaksanaan proyek ini akan melibatkan Kementerian PU, Pemprov DKI, hingga Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ).

Selain fungsi teknis sebagai penahan banjir rob, Pemprov DKI juga menekankan aspek beautifikasi. Pramono Anung menyatakan bahwa tanggul yang dibangun, termasuk yang sudah selesai di kawasan Ancol, akan ditata agar tidak hanya berupa tembok beton kaku.

Langkah ini diambil untuk memastikan proyek infrastruktur ini juga memberikan nilai tambah secara visual dan ruang publik bagi warga Jakarta, sekaligus menghilangkan kesan kumuh di area pesisir. 

Saat ini, Jakarta juga terus mempercepat penyelesaian National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) sebagai langkah pengendalian banjir terpadu.

Editor : Hany Akasah
#jakarta #giant sea wall #wamen pu diana kusumastuti #pesisir utara #apbd jakarta