Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Bakal Sulap Sampah Jadi Listrik, Proyek PSEL Bantar Gebang Ditargetkan Beroperasi 2027

Hany Akasah • Kamis, 22 Januari 2026 | 10:21 WIB

LANGKAH STRATEGIS: Menko Pangan Zulkifli Hasan meninjau lokasi proyek  di lahan pengolahan sampah menjadi energi listrik di PSEL Bantar Gebang
LANGKAH STRATEGIS: Menko Pangan Zulkifli Hasan meninjau lokasi proyek di lahan pengolahan sampah menjadi energi listrik di PSEL Bantar Gebang

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah memetakan langkah transformasi pengelolaan sampah menjadi komoditas ekonomi bernilai tinggi melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Proyek strategi ini ditargetkan mulai beroperasi dan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada tahun 2027.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa proyek ini bukan sekedar solusi atas darurat sampah, melainkan langkah nyata memperkuat ketahanan energi nasional berbasis ekonomi hijau.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing Hari Ini, Kamis, 22 Januari 2026

Insya Allah pada tahun 2027 Presiden Prabowo Subianto dapat meresmikan PSEL Kota Bekasi, ujar Zulhas saat meninjau lokasi di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Rabu (21/1/2026).

Pembangunan PSEL di kawasan Bantar Gebang terbagi dalam dua proyek besar yang melibatkan Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Peluang investasi infrastruktur lingkungan di fasilitas PSEL Kota Bekasi yang menempati lahan seluas 5,6 hektare ini dirancang untuk mengolah 1.229 ton sampah per hari dari total timbulan sampah Bekasi yang mencapai 1.800 ton per hari.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tajam hingga Rp 35.000 per Gram, Berikut Daftar Harga Terbaru

Kemudian ada PSEL DKI Jakarta yang menempati lahan seluas 9,6 hektare. Proyek ini dijadwalkan melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pada Mei 2026.

Hal ini menjadi krusial mengingat volume sampah Jakarta mencapai 8.500 ton per hari.
Keberadaan PSEL ini diproyeksikan akan mengubah peta bisnis pengelolaan limbah di Indonesia.

Selain mengurangi beban lahan TPA (Tempat Pemrosesan Akhir), konversi menjadi sampah energi listrik memberikan kepastian pasokan energi bersih bagi jaringan listrik nasional.

Baca Juga: Bank Indonesia Pilih Pertahankan BI-Rate di Level 4,75 Persen, Ini Alasannya

Pemerintah Kota Bekasi melalui Wali Kota Tri Adhianto Tjahyono menyatakan bahwa proses penyediaan lahan berjalan sesuai rencana, menandakan kesiapan infrastruktur pendukung bagi para pengembang teknologi energi terbarukan.

Peninjauan ini juga merupakan tindak lanjut dari koordinasi antara Menko Pangan dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, guna memastikan integrasi pengelolaan sampah di wilayah penyangga ibu kota berjalan sinkron.

Dengan integrasi teknologi PSEL, pemerintah berharap dapat menurunkan ketergantungan pada energi fosil sekaligus menyelesaikan masalah lingkungan secara sistemik. Bagi pelaku industri, proyek ini menjadi sinyal positif mengenai komitmen pemerintah dalam mendukung investasi di sektor limbah-menjadi-energi.

Editor : Hany Akasah
#PSEL #bantar gebang #bekasi #energi terbarukan #zulhas