RADAR SURABAYA BISNIS - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kembali mencatat kinerja positif.
Sepanjang 2025, KEK Industropolis Batang yang menjadi bagian dari Holding BUMN Danareksa ini berhasil membukukan realisasi investasi sebesar Rp 4,87 triliun, dengan pemanfaatan lahan mencapai 93,67 hektare.
Capaian tersebut semakin menegaskan posisi KEK Industropolis Batang sebagai pusat pengembangan industri modern sekaligus motor pertumbuhan investasi nasional.
“Capaian tahun ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap kawasan,” kata Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, Selasa (23/12/2025).
Sepanjang tahun ini, tercatat 12 investor dari berbagai negara seperti Hong Kong, Singapura, Malaysia, Indonesia, dan China resmi bergabung.
Mereka berasal dari beragam sektor industri strategis, mulai dari baterai dan otomotif, alat kesehatan, garmen, furnitur luar ruang, makanan dan minuman, alas kaki, baja, tekstil, hingga industri kemasan.
Menurut Ngurah, keberagaman sektor tersebut memperkuat ekosistem industri yang lengkap, modern, serta berdaya saing global di KEK Industropolis Batang.
Realisasi investasi di KEK Industropolis Batang juga memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja.
Dari proyek-proyek yang telah masuk, kawasan ini diproyeksikan mampu menyerap lebih dari 9.000 tenaga kerja, terutama bagi masyarakat Batang dan Jawa Tengah.
“Sejumlah perusahaan bahkan telah memulai operasional lebih awal, seperti PT Fondfashion Seamless Garment, yang memanfaatkan Bangunan Pabrik Siap Pakai (BPSP) sembari menunggu penyelesaian pembangunan fasilitas utama mereka,” ujar Ngurah.
Selain itu, sejumlah investor lainnya dijadwalkan mulai beroperasi secara bertahap pada 2026, 2027, hingga 2028.
Dengan demikian, aktivitas ekonomi di kawasan diperkirakan akan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Pada 2025, KEK Industropolis Batang juga diperkuat kehadiran investor berskala besar, salah satunya PT LBM Energi Baru Indonesia, perusahaan pendukung industri kendaraan listrik (EV).
Perusahaan ini menjadi penyerap lahan terbesar tahun ini dengan luas 31,72 hektare, sekaligus memperkuat rantai pasok EV nasional.
Selain sektor kendaraan listrik, investor lain seperti Yotrio/JJD Outdoors, produsen furnitur luar ruang berorientasi ekspor, turut memberikan kontribusi signifikan, khususnya dalam proyeksi kebutuhan tenaga kerja untuk memenuhi pasar Amerika Serikat dan Eropa.
Menurut Ngurah, seluruh capaian tersebut sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, terutama dalam agenda penguatan industri nasional, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta percepatan hilirisasi.
“Industropolis Batang hadir sebagai kawasan industri modern yang terhubung dan siap menyambut industri masa depan Indonesia. Capaian tahun ini menunjukkan kita berada di jalur yang tepat dalam mendorong realisasi investasi industri nasional,” ujar Ngurah. (ara/opi)
Editor : Nofilawati Anisa