Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

XLSmart Kantongi Pendapatan Rp 11,47 Triliun

Nofilawati Anisa • Jumat, 14 November 2025 | 04:38 WIB
RAWAT: Menara BTS XLSmart yang memastikan agar kualitias jaringan berjalan dengan baik.
RAWAT: Menara BTS XLSmart yang memastikan agar kualitias jaringan berjalan dengan baik.

RADAR SURABAYA BISNIS - PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk membukukan total pendapatan sebesar Rp 11,47 triliun pada kuartal III/2025.

Capaian itu meningkat 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Kinerja tersebut turut mendorong pertumbuhan normalized EBITDA sebesar 24 persen YoY menjadi Rp 5,40 triliun dengan normalized EBITDA margin 47 persen.

Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi (normalized PAT) melonjak signifikan 288 persen YoY menjadi Rp 1,15 triliun.

Kontribusi pendapatan dari layanan data dan digital mencapai lebih dari 89,7 persen terhadap total pendapatan.

Secara kumulatif, total pendapatan XLSmart hingga akhir September 2025 mencapai Rp 30,57 triliun.

Presiden Direktur & CEO XLSmart Rajeev Sethi mengatakan capaian tersebut mencerminkan daya tahan dan fundamental bisnis yang semakin kuat.

“Di tengah dinamika industri yang masih menantang, kami berhasil mencatat pertumbuhan yang solid, didukung oleh momentum pasca merger yang kuat,” kata Rajeev dalam keterangan resmi, Kamis (13/11/2025).

Rajeev mengatakan proses integrasi jaringan juga berjalan sesuai rencana, dengan implementasi integrasi dan percepatan penggelaran jaringan yang mendorong perluasan cakupan sekaligus peningkatan kualitas layanan.

Dia menambahkan, XLSmart berada di jalur yang tepat untuk merealisasikan potensi sinergi pascaintegrasi senilai sekitar USD 150 juta – USD 200 juta pada tahun ini.

Sejumlah inisiatif strategis juga telah menunjukkan hasil nyata, termasuk penyatuan pusat operasional dan pemantauan layanan terpadu, dukungan kuat dari mitra jaringan dan penyedia menara, serta optimalisasi aset jaringan.

“Upaya ini semakin memperkuat efisiensi operasional dan daya saing XLSmart di industri,” imbuhnya.

Hingga kuartal III/2025, XLSmart mencatat total 79,6 juta pelanggan, dengan ARPU campuran (blended) sekitar Rp 39.000.

ARPU tersebut meningkat dua digit dibandingkan kuartal sebelumnya yang merupakan fase awal pascamerger.

“Kenaikan ARPU ini sejalan dengan peningkatan pengalaman pelanggan hasil dari proses integrasi jaringan yang telah berjalan efektif,” kata Rajeev.
Peningkatan pendapatan juga diikuti oleh naiknya beban operasional akibat proses integrasi dan ekspansi kegiatan usaha pascamerger.

Biaya penjualan dan pemasaran meningkat seiring naiknya komisi penjualan, meski beban iklan dan promosi menurun.

Beberapa komponen biaya lain turut naik secara tahunan, antara lain biaya infrastruktur, interkoneksi, serta pengeluaran langsung lainnya, termasuk biaya regulasi.

Secara keseluruhan, peningkatan beban operasional di kuartal ini selaras dengan biaya tambahan yang timbul akibat proses integrasi menjadi entitas baru XLSmart. (nis/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#digital #data #radar surabaya bisnis #ARPU #pendapatan #XLSmart #pertumbuhan #ebitda