Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Catat Realisasi Rp 54,7 Triliun, Investasi di BP Batam Sudah Capai 91 Persen dari Target

Nofilawati Anisa • Selasa, 28 Oktober 2025 | 04:05 WIB

 

SANDAR: Pelabuhan menjadi salah satu infrastruktur di BP Batam yang membantu menarik investor.
SANDAR: Pelabuhan menjadi salah satu infrastruktur di BP Batam yang membantu menarik investor.

RADAR SURABAYA BISNIS - Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mencatat total investasi di Batam hingga September 2025 mencapai Rp 54,7 triliun.

Capaian itu 91 persen dari target investasi di BP Batam hingga akhir tahun yang dipatok sebesar Rp 60 triliun.

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis menjelaskan bahwa realisasi investasi tersebut dihitung menggunakan metode komprehensif, yakni gabungan antara data laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) dan data impor barang modal penanaman modal asing (PMA) dari KPU Bea Cukai Batam.

"Metode ini mencerminkan pergerakan investasi secara riil, tidak hanya secara administratif. Laporan LKPM mencatat proyek yang berjalan," kata Fary dilansir dari Antara, Senin (27/10/2025).

Berdasarkan data, kinerja investasi Kota Batam hingga triwulan III 2025 menunjukkan realisasi investasi mencapai Rp 15,48 triliun atau tumbuh 123,3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024 (yoy).

"Pertumbuhan investasi Batam sepanjang 2025 mencerminkan kepercayaan investor terhadap kepastian berusaha di Batam. Target LKPM kami hampir tercapai, dan kami yakin akan melampauinya di akhir tahun," ujar Kepala BP Batam Amsakar Achmad.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menegaskan bahwa peningkatan signifikan pada penanaman modal dalam negeri (PMDN) menjadi penanda kuatnya kapasitas domestik di kawasan Batam.

"Lonjakan PMDN menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan pelaku lokal terhadap iklim investasi Batam, sementara PMA tetap menjadi motor utama transfer teknologi dan ekspor," kata dia.

Menurutnya, keseimbangan antara PMDN dan PMA kini membentuk ekosistem industri yang terintegrasi, dimana PMDN memperkuat kapasitas produksi dan tenaga kerja, sedangkan PMA menjaga arus modal, inovasi, dan akses pasar global.

Sementara itu, transformasi menuju industrial upscaling struktur investasi Batam kini menunjukkan pergeseran menuju sektor-sektor produktif seperti jasa lainnya (21 persen), industri mesin dan elektronik (13,6 persen), perumahan dan kawasan industri (10 persen), serta listrik, gas, dan air (15 persen).

Kombinasi ini menandakan Batam tengah memasuki fase industrial upscaling, kata Amsakar, yaitu peningkatan kapasitas dan nilai tambah industri.

"Batam kini bukan hanya menarik investor baru, tetapi juga memperluas basis industri yang sudah ada. Ini menunjukkan arah transformasi ekonomi Batam yang semakin berdaya saing," ujarnya. (ara/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#target #kepulauan riau #kepercayaan #investasi #realisasi #investor #bp batam