RADAR SURABAYA BISNIS – Surabaya punya zona investasi baru yang masa depannya bisa diperhitungkan.
Zona investasi baru itu adalah seluruh kawasan eks THR-TRS yang ada di Jalan Kusuma Bangsa.
Kawasan-kawasan tersebut mulai dari arena eks kolam renang hingga gedung Hi-Tech Mall.
Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Krestian mengungkapkan, pemerintah kota terus berupaya untuk menggaet investor untuk aset ini.
Termasuk juga untuk pengembangan Surabaya Expo Center (SBEC) yang saat ini, pengelolaannya menurut dia berada di bawah Pemkot Surabaya.
“Yang ini dikelola pemkot, under BPKAD dan Disbudporapar. Ini juga masih proses dan berharap ada investor atau pihak swasta yang berminat investasi atau membuka usaha di kawasan ini,” ujar Iman.
Untuk area lain seperti Hi-Tech Mall, Pemkot Surabaya tetap akan mengelola langsung melalui sistem penyewaan ruang tenant.
Dengan skema ini, pemerintah berharap dapat menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan tersebut tanpa kehilangan kendali terhadap arah pengembangannya.
“Hi-Tech juga disewakan untuk area tenant-nya. Jadi tetap under pemkot,” imbuhnya.
Kawasan eks THR Surabaya selama bertahun-tahun dikenal sebagai ruang publik dan hiburan legendaris yang menjadi bagian penting sejarah kota.
Kini, Pemkot Surabaya berambisi menghadirkan kembali semangat tersebut dalam bentuk baru yakni kawasan rekreasi berbasis olahraga dan ekonomi kreatif.
Rencana pengembangan ini juga sejalan dengan transformasi SBEC yang sukses di kawasan eks Taman Remaja Surabaya (TRS).
Dengan pendekatan investasi kolaboratif, pemerintah berharap eks THR dapat kembali menjadi ikon publik yang memadukan fungsi sosial, budaya, dan ekonomi.
"Rencana pemkot akan menyiapkan lahan saja. Lahan ini akan disewakan. Nah untuk kemudian pembangunan lapangan atau fasilitas, itu dilaksanakan oleh penyewa atau investor lahan tersebut," ujarnya.
Model kerja sama antara pemerintah dan swasta diharapkan tidak hanya menghidupkan aset-aset tidur milik daerah, tetapi juga menghadirkan wajah baru Surabaya sebagai kota yang dinamis, terbuka terhadap investasi, dan tetap berpihak pada masyarakat. (dim)
Editor : Nofilawati Anisa