RADAR SURABAYA BISNIS - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah rencana strategis terkait peningkatan layanan transportasi di wilayah Jawa Timur.
“Kami baru bertemu dengan Dirut KAI, kita ingin mencocokkan beberapa hal penting,” ujar Emil di Surabaya, Kamis (9/10/2025).
Emil menjelaskan, salah satu poin utama pembahasan adalah potensi peningkatan penggunaan kereta api sebagai moda pengangkutan kontainer.
“Beliau melihat bahwa ada potensi besar untuk meningkatkan penggunaan kereta sebagai pengangkut kontainer. Nah, ini sedang kita sinergikan agar ke depan bisa lebih optimal,” jelasnya.
Selain itu, Emil menyampaikan kabar baik bagi masyarakat di kawasan Gresik, Surabaya, dan Sidoarjo.
KAI berkomitmen untuk menambah frekuensi kereta komuter di wilayah tersebut.
“Pak Dirut KAI berkomitmen untuk menambah frekuensi kereta komuter. Memang saat ini jaringannya belum sepenuhnya siap, tetapi akan menggunakan sistem hybrid, yaitu kereta yang bisa beroperasi di dua sistem: KRL maupun non-KRL,” terangnya.
Menurut Emil, pengadaan armada baru ini akan memanfaatkan kereta hybrid dengan satu lokomotif yang mampu menyesuaikan dua jenis jalur.
“Ini kabar baik karena akan meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat di kawasan aglomerasi Surabaya Raya,” katanya.
Selain itu, Emil juga menyoroti pentingnya integrasi antar moda transportasi.
“Kami juga mulai mencocokkan mengenai integrasi dengan kendaraan feeder, seperti bus lokal. Jadi bagaimana rutenya dan integrasinya dengan stasiun bisa berjalan dengan lancar,” jelasnya.
Seluruh hasil pembahasan dengan pihak KAI tersebut, kata Emil, telah disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antarinstansi dalam pengembangan sistem transportasi terintegrasi di Jawa Timur.
Selain itu, Emil juga menyoroti pentingnya integrasi antar moda transportasi.
“Kami juga mulai mencocokkan mengenai integrasi dengan kendaraan feeder, seperti bus lokal. Jadi bagaimana rutenya dan integrasinya dengan stasiun bisa berjalan dengan lancar,” jelasnya.
Sebelumnya Emil menyampaikan pemerintah berencana mengembangkan proyek jaringan kereta rel listrik (KRL) baru yakni Kereta Surabaya Regional Railway Line (SRRL) di jalur Surabaya-Sidoarjo sepanjang 27 Km.
Proyek ini akan direalisasikan dengan dukungan pinjamanseebsar EUR 230 juta atau setara Rp 4,46 triliun.
Emil mengatakan, pembangunan SRRL menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan perkotaan atau urban development di Jawa Timur.
Hal ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).
"Salah satu backbone, tulang punggungnya, adalah peningkatan kapasitas jaringan utama kereta api di jantung kota Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik," kata Emil.
Emil mengatakan, proyek SRRL ini mendapat dukungan pendanaan berupa pinjaman atau loan financing dari Bank Pembangunan Jerman (KfW).
Namun dari pinjaman yang sudah diterima ini hanya diperuntukkan pembangunan SRRL tahap satu.
"Ini mendapatkan pendanaan EUR 230 juta untuk tahap pertamanya saja dari KfW, Development Bank Jerman, sudah ditanda tangan, dan kemudian ini dukungan dari pemerintah pusat tentunya, akan ada double track dan elektrifikasi," pungkasnya. (mus)
Editor : Nofilawati Anisa