RADAR SURABAYA BISNIS – Industri konten kreator adalah ekosistem digital yang melibatkan individu (konten kreator) dalam membuat berbagai jenis konten (foto, video, tulisan, podcast) di platform digital untuk memberikan nilai berupa hiburan atau edukasi.
Industri ini memiliki potensi pasar yang besar di Indonesia yang ditaksir mencapai triliunan rupiah.
Hal ini didorong oleh pengeluaran merek untuk jasa kreator konten dan berbagai model monetisasi seperti endorse dan kemitraan.
Prospeknya cerah namun memerlukan kreativitas, konsistensi, pemahaman teknologi seperti metaverse, serta adaptas
Untuk itu, Indosat Ooredoo Hutchison kembali menghadirkan Indonesia Creator Hub (ICH).
Yaitu sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memberdayakan potensi anak muda Indonesia menjadi kreator konten.
Setelah diadakan di Jabodetabek dan Manado tahun lalu, kali ini ICH hadir di Universitas Airlangga, Surabaya, melalui kegiatan edukatif, workshop, dan kolaborasi dengan para influencer inspiratif.
ICH terus memperluas kehadirannya untuk mendukung ekosistem kreator berdampak serta menyuarakan ide mereka hingga membuka peluang karir di industri kreatif.
Fahd Yudhanegoro, EVP–Head of Java Circle Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan, industri kreatif digital Indonesia terus berkembang pesat.
Didorong oleh semangat dan inovasi para kreator muda yang semakin aktif di berbagai platform digital.
ICH memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam menciptakan konten berkualitas yang dapat memperkaya perjalanan karir mereka setelah menyelesaikan pendidikan.
"Di dunia yang terus berkembang dengan cepat ini, hampir setiap orang membawa perangkat di tangan mereka. Apa pun yang dilakukan, setiap momen terekam dan langsung dibagikan ke publik di media sosial,” ungkap Fahd.
Ia melanjutkan, Indonesia memiliki jumlah anak muda yang luar biasa potensial.
Melihat hal ini Indosat berkomitmen untuk memberdayakan mereka menjadi kreator konten sehingga dapat menyalurkan bakat mereka.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya sehingga berkontribusi dalam memajukan industri kreatif digital di Indonesia," sambungnya.
Berdasarkan data dari Indonesia Creator Marketing Report 2025, lebih dari 500 kreator konten aktif berkarya di sejumlah media sosial.
Termasuk Instagram, YouTube, TikTok, Twitter (X), dan Facebook.
“Banyak di antara mereka memiliki talenta namun juga menghadapi berbagai tantangan. Antara lain sifat konten influencer yang cenderung repetitif, kurangnya kebebasan berkreasi akibat tuntutan algoritma, dan minimnya dukungan finansial,” katanya.
Fahd menyebut jika para kreator membutuhkan ruang untuk menampilkan karya mereka.
Sementara Indosat memberikan akses kepada mahasiswa di seluruh Indonesia untuk mengembangkan keterampilan mereka dengan memberikan pengalaman langsung dari influencer serta akses ke komunitas yang mendukung.
“Indosat juga memberikan kesempatan untuk menghasilkan karya di Kuala Lumpur tanpa biaya, untuk memperluas jangkauan di tingkat global,” ujarnya.
Lastiko Endi Rahmayanto, SS., M.Hum. plt. Direktur Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni Universitas Airlangga menyampaikan, fokus Unair saat ini ialah menjadi Enterpreneur University.
“Jadi sekitar 8-13 persen mahasiswa kami ketika lulus itu bekerja sebagai wirausahawan, yang mana salah satu ouputnya ialah menjadi content creator. Sehingga target untuk mencetak lebih banyak wirausahawan lewat ICH merupakan salah satu pintu masuk luar biasa agar hal tersebut dapat terwujud,” ungkapnya. (nis/opi)
Editor : Nofilawati Anisa