RADAR SURABAYA BISNIS - Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono menegaskan percepatan eksekusi Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) sebagai proyek strategis nasional (PSN) yang menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di ujung timur Pulau Jawa.
Jasa Marga memastikan capaian konstruksi, kualitas pelaksanaan, dan penerapan standar keselamatan kerja terpenuhi sesuai target.
Data per 17 Agustus 2025 menunjukkan pengadaan lahan untuk seluruh paket pembangunan Tahap 1 telah rampung 100 persen.
Sementara total konstruksi Tahap 1 menunjukkan perkembangan signifikan dengan capaian 87,43 persen. “Pada ruas Gending–Kraksaan, pekerjaan fisik telah mencapai 90,56 persen,” ungkap Rivan dalam keterangan resminya, Minggu (7/9).
Lebih jauh ia menjelaskan, ruas Kraksaan–Paiton bahkan berhasil menuntaskan pekerjaan konstruksi tepat waktu dengan capaian penuh 100 persen.
Sedangkan ruas Paiton–Besuki telah mencapai 81,01 persen dan terus bergerak menuju tahap penyelesaian akhir.
“Proyek Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi ini adalah tulang punggung konektivitas di timur pulau Jawa yang membuka akses ke pusat industri, pelabuhan, dan destinasi wisata unggulan. Kami ingin memastikan bahwa proyek ini dikelola secara profesional, tepat waktu, dan berkualitas agar manfaatnya dapat dirasakan sejak konstruksi hingga operasional,” papar Rivan.
Ia mengungkap, selain memperkuat jaringan Tol Trans Jawa dan integrasi ke koridor Greater Surabaya, Probowangi membawa dampak sosio-ekonomi yang nyata.
Seperti menyerap tenaga kerja lokal hingga 30 persen pada berbagai tahapan konstruksi, meningkatkan kapabilitas kerja masyarakat setempat, dan menjadi pemicu aktivitas perekonomian regional sejak fase pembangunan.
“Konektivitas yang lebih baik juga diproyeksikan meningkatkan aksesibilitas ke destinasi wisata seperti Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, Gunung Argopuro, Gunung Raung dan kawasan wisata pesisir di Banyuwangi, sehingga mendukung pemerataan pertumbuhan dan daya saing daerah,” jelasnya.
Rivan menambahkan, Jasa Marga berkomitmen penuh untuk menyelesaikan proyek-proyek strategis nasional secara optimal.
“Melalui sinergi seluruh anak perusahaan dan unit kerja, kami ingin memastikan bahwa kehadiran jalan tol benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambah Rivan.
Dengan total nilai investasi proyek mencapai Rp 10,8 triliun, manajemen Jasa Marga menegaskan komitmen untuk terus mengawasi pelaksanaan proyek secara intensif dari pengadaan lahan hingga penyelesaian konstruksi.
“Serta menjaga kesinambungan antara pengembangan infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan operasional jalan tol,” pungkasnya. (nis/opi)
Editor : Nofilawati Anisa