Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Surabaya Raya Dominasi Kontribusi Realisasi Investasi Jawa Timur di Triwulan II/2025

Mus Purmadani • Rabu, 6 Agustus 2025 | 13:16 WIB

 

INFRASTRUKTUR: Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE) di Kabupaten Gresik menjadi kawasan ekonomi khusus yang banyak diminati investor.
INFRASTRUKTUR: Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE) di Kabupaten Gresik menjadi kawasan ekonomi khusus yang banyak diminati investor.

RADAR SURABAYA BISNIS - Total realisasi investasi Jawa Timur periode April-Juni (triwulan II/2025) mencapai Rp 38.642.688.570.936 dengan penyerapan tenaga kerja Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Timur kepada Radar Surabaya, Dyah Wahyu Ermawati, Selasa (5/8/2025).

Erma menambahkan dari jumlah tersebut realisasi investasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebanyak 4.499 proyek dengan nilai investasi Rp 9.733.020.141.742.

“Sedangkan dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebanyak 62.335 proyek dengan nilai investasi. 28.909.668.429.194," jelasnya.

Menurutnya, realisasi investasi pada triwulan II/2025 dibandingkan dengan triwulan I/2025 (q-to-q) menunjukkan pertumbuhan sebesar 7,2 persen.

Realisasi investasi triwulan II/2025 dibandingkan dengan triwulan II/2024 (y-on-y) meningkat sebesar 8,6 persen.

"Kontribusi PMDN terhadap total realisasi investasi lebih dominan dibandingkan PMA, dengan PMDN tumbuh 20,1 persen (y-on-y) dan 30,7 persen (q-to-q), sementara PMA mengalami penurunan," katanya.

Erma menambahkan daerah penyumbang terbesar realisasi investasi secara total PMA dan PMDN meliputi Gresik (25,5 persen), Surabaya (22,4 persen), Sidoarjo (10,8 persen), Kabupaten Pasuruan (9,4 persen), dan Kabupaten Malang (4,5 persen).

Sedangkan untuk kontributor tertingginya adalah sektor Industri Makanan (15,2 persen), Perumahan, Kawasan, Industri dan Perkantoran (12,9 persen), Perdagangan dan Reparasi (9,9 persen), Industri Kimia dan Farmasi (9,6 persen) serta Pertambangan (8,5 persen).

Pada periode triwulan II/2025, realisasi investasi di Jawa Timur berperan sebesar 8,1 persen atas total nasional.

Capaian ini menempatkan Jawa Timur di posisi ke-3 setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Lokasi penyumbang terbesar realisasi investasi secara PMA meliputi Gresik (40,2 perasn), Kabupaten Pasuruan (16,7 persen), Sidoarjo (8,7 persen), Surabaya (7,8 persen), dan Kabupaten Mojokerto (6,7 persen).

Sedangkan untuk kontributor tertingginya adalah sektor Pertambangan (24,2 persen), Industri Makanan (20,6 persen), Industri Mineral Non Logam (11,5 persen), Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin & Peralatannya (8,6 persen), serta Industri Kimia dan Farmasi (8,3 persen).

Lokasi penyumbang terbesar realisasi investasi secara PMDN meliputi Kawasan Surabaya Raya, yaitu Surabaya (27,3 persen), Gresik (20,5 persen), Sidoarjo (11,4 persen), Kabupaten Pasuruan (7,0 persen) dan Banyuwangi (5,2 persen).

Sedangkan untuk kontributor tertingginya adalah sektor Perumahan, Kawasan, Industri & Perkantoran (16,3 persen), Industri Makanan (13,4 persen), Perdagangan dan Reparasi (11,7 persen), Industri Kimia dan Farmasi (10,0 persen), serta Transportasi, Gudang dan Telekomunkasi (9,5 persen).

"Pada periode triwulan II/2025, realisasi investasi sektor hilirisasi di Jawa Timur berperan sebesar 5,9 persen atas total realisasi nasional yang menempatkan Jawa Timur di posisi ke-5 setelah Sulawesi Tengah, Jawa Barat, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Barat," pungkasnya. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#jawa timur #mojokerto #pasuruan #pmk #Surabaya Raya #pmdn #sidoarjo #gresik #investasi #triwulan II 2025 #realisasi